Senin, November 30, 2009

sick


Semakin rapuh tubuh ini...
Entah kenapa...
Kucoba menahan apa yang terasa...
Tapi manusia memiliki kelemahan..
Kutahan apa yang menjelma....
ach... tubuhku semakin rapuh..
Ku bertahan dan terus bertahan bersama kelemahan yang ada
Aku manusia... aku manusia
Mungkinkah aku bertahan dengan berjuta rasa yang berkecamuk serta raga yang mulai remuk
Kutatap bergulirnya hari..
Kurasa arti setiap jengkal yang menjalar dalam diri
Aku ... antara kuat dan tidak...
Arti berikan aku arti agar aku bisa bertahan dan menjejaki dunia ini
Tiada hati yang tak mungkin kan perih..
Mengapa aku bercumbu dengan berjuta apa yang tak mungkin diraih ...
Sepi... hanya sepi ...
sunyi semakin terasa menjalar dalam diri
Sendiri ... hanya sendiri
Hari semakin bergulir...
Hari semakin mengilas diri
Dalam kehampaan yang terus terasa...
Sakit yang semakin menjalar...
Kunikmati... kurasakan apa yang ada... walau kekuatan semakin tak ada

Jumat, November 20, 2009

Dingin membeku

Dingin merasuk dalam tubuh...
Hujan menguyur sejak semalam...
Membuatku semakin beku...
Aku bersama kesendirianku... mencoba bertahan atas beku diri..
DIngin semakin menusuk..
Dalam sebuah ruang ... kelam, serta dinding bisu... sendiri ...
Kurengkuh jiwa yang renta...
Kucoba memejamkan mata...
Mengistirahatkan segala sendi yang terpacu...
Terdiam....
Terdiam...
Tapi aku tak bisa.. mengistirahatkan yang ada
Resah jiwa yang tak tau entah kenapa...
Bak Ikan dipengorengan ... Habis sudahku guling-guling diatas kasur...
Aku tak tau apa yang sedang terjadi padaku...
Kudengarkan lagu hanya untuk menghilangkan resah jiwa... tapi tak bisa mengusir juga
Kunikmati tak ada yang bisa kunikmati....
Entah apa yang terjadi...
Aku hanya tau aku sendiri dalam sebuah ruang dan jiwaku entah kemana pergi

Atas segala


ku jemu dengan semua gejolak yang melanda
Yang terasa, terbersitkan dalam jiwa
Ku jemu dengan segala getar yang mengoda..
Hayalan yang tercipta dikarenakan sebuah rasa
Yang diberi nama cinta...
Letih......
Tubuh yang terkulai dalam aroma busuknya luka
Dimana sayatan ... sayatan itu semakin memenuhi hati...
Mengores baru dan mengores pada luka yang lama
Semakin dalam semakin menguak....
Nanar... kurasa hentakan yang menjelma
menjalar dalam setiap detak jantung yang berdengub
Aku tak berdaya......
Kucumbui duka yang ada... kurasakan sakit yang tercipta... kubersitkan luka diatas sebuah cinta...
Tiada harapan yang nyata...
Tiada harapan yang tercipta..
Pupus semua menjadi serpihan....
Diantara perjalanan kehidupan yang berjalan...
Kutelusuri jejak lama...
Kukais arti sebuah rasa ...
Kucari jawaban atas segala yang menjelma....
Terus dan terus...
Kumembodohi... kumenutupi... kumencari... dan kurasakan perih
Rasa .... untuk apa kau hadir dalam jiwa...
Sering kupertanyakan hal itu ... sering ku mencari jawab
Masih kubelum menemukan arti...
Masih belum kumenemukan
Hampa diri berjalan sendiri
Bersama duri yang terus menusuk diri
Adakah suci apakah tetap menjadi sebuah ilusi...
Bersama berjalannya hari....
Kucoba menghilangkan hati... atas segala rasa ini...
Atas semua yang terjadi....
Karena rasa yang ada ... semakin menambah luka dihati...
Sehingga rindu yang tercipta... membuatku mati... dan tak berdaya
Entah apa arti semua itu
Entah

Senin, November 16, 2009

Di kesunyian malam


Dikesunyian malam
kemenatap rembulan
Di kesunyian malam
Kutaruh berjuta rasa
Disekian banyak yang terasa
Dikesunyian malam bersama sang rembulan
Kutanyakan tentang arti sebuah rasa
Dimana setiap getarnya menjelma dan menyudutkan jiwa
Dikesunyian malam kucari setiap jawab
Diantara dinding hitam yang pekat bersama lembutnya sentuhan sinar sang rembulan
Di kesunyian malam... adakah kutemukan arti
Di kesunyian malam... kuharap semua yang ada akan berarti
Di kesunyian malam dimana aku selalu menghujamkan diri
Bersama segala keletihan yang mengauli diri
Dikesunyian malam ... membuat irama semakin menyentuh diri
Dikesunyian malam dimana aku terpuruk sendiri

Mawar berdarah


kau yang terindah dalam buaian....
Diantara kehampaan yang menjelma dalam langkah nyata kehidupan
Aku adalah seorang pencari... menaruh rasa akanmu berserta segala yang kau miliki
Kau indah dalam dambaku... membuaikan segala yang ada padaku...
Kau sang mawar yang begitu mempesona dan mampu membawaku jatuh dalam keindahan pandangan ... terlena...
Duri .. duri mulai menyentuh dan mengores saat kucoba meraihmu.... mengapaimu dan membawamu dalam dekapanku...
Kuingin memiliki... walau luka begitu banyak mengores saat mengapai mu....
Semakin kudekati semakin luka itu mengoresku...
Perih ... kutahan lirih...
Kau mawar penuh dengan luka....
Tapi kau masih dapat memukau jiwa...
Dimana setiap mata memandang indahmu... dalam wujud wadagmu... tapi dalam dirimu begitu banyak goresan hidup....
Andai aku bisa... andai aku dapat... tapi goresan durimu begitu melukai...
Kuterdiam bersama ... luka yang kian menanar....
Kutatap mawar itu.... dimana darah mulai mengalir menetes mengenai sang mawar...
kutertunduk.... keyakinanku mulai pupus....
mampukah aku... mampukah aku mengapainya dan membersihkannya dari luka yang ada... dan kutak pedulikan segala luka yang ada padaku...
Kuterdiam...
Hanya hening dan hela nafas... serta nanah yang mulai membusuk diatas lukaku...
Kutatap kembali sang mawar....
Entah bagaimana kumeraihmu dan mendekapmu dan melepaskanmu diatas lukamu...
Wahai kau mawar indah penuh dengan luka...
Maafkan aku yang belum bisa mengetahui apa yang harus kulakukan...
Semoga kau menemukan arti yang lebih baik dikemudian hari...
Ku melangkah dan berlalu ... meninggalkan sang mawar itu... bersama luka yang terus terasa semakin perih...

Rabu, November 11, 2009

Untukmu


1 jam lagi dari saat tulisan ini aku buat
Dimana sebuah hati yang pernah singgah dalam diri ini
1 jam dari terangkainya sebuah kata....
Mungkin aku tak bisa lagi mengucapkan secara langsung
Tapi biarlah ini sebagai wakil
"Selamat berulang tahun yang ke 33 semoga apa yang kau ingini selalu bisa kau gapai...."
Semoga segala keindahan Selalu menyertaimu...
dalam kehidupanmu dalam jengkal nafasmu...
Sekali lagi hanya rangkaian doa yang bisa kuucapkan....
Walau hanya sebait ... dengan tulus ikhlas kupersembahkan padamu...
Yang kini semakin tak kukenal...
November 12, 1977

Jumat, November 06, 2009

Rasa yang terasa

Rasa yang bergumul .... menyatu dalam denyut
Beresitan luka semakin menganga...
Begitu bersemarak dalam ronga dada
Rasaku... sehari ini dalam keletihan yang mengulung diri...
Masaku adalah kesendirian
Dimana semua bergumul dengan segala aktifitas yang ada...
Aku dan rasaku kehidupanku yang kujalani
Indah ku telusuri hari dengan sayatan sembilu yang mengiris perih...
Adakah damai... adakah damai
Tiada tiada... semua kurasakan hampa...
Beranjak sombong sang hari...
Ditepian sunyi kumenyambung nafas ini
Perih semakin perih luka semakin menganga
Darah bercucuran .... Otak terasa sakit untuk dipacu
Hati begitu terasa tertekan
Tiada............. mungkin takan pernah ada... mimpi.... hanya pembunuh diri

Sebuah rasa

Sebuah rasa itu sebuah rasa kerinduan...
Sebuah rasa itu sebuah rasa kesakitan
Sebuah rasa itu sebuah rasa cinta
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang mengakibatkan hampa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang menghujam jiwa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang berkecamuk di rongga dada
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang memperngaruhi sendi kehidupan
Sebuah rasa itu sebuah getaran murni dalam kalbu
Sebuah rasa itu sebuah damba yang membuatku melayang jauh
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang membuatku terlena
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang menyakitkan jiwa
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang selalu ada
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang takku mengerti
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang kuingini
Sebuah rasa itu.... sebuah rasa yang tak ingin kulepas
Sebuah rasa itu sebuah rasa yang perlahan kian membunuhku pelan....
Sebuah rasa itu.... sebuah rasa.....

esok hari lusa nanti

Tiada kata yang bisa mewakilkan semua yang ada dalam hatiku
Pilu lusuh jiwaku
terbawaku bersama langit biru
Biru yang perlahan menghitamkan kalbu
Dimana aku bersandar tuk mengerti
Aku dan rasaku
Aku dan apa yang terjadi dalam kehidupanku...
Tiada ingin kugapai lagi sebuah rasa itu
Sembilu selalu menyayat kalbu
Hidupku dan cintaku
Rasaku dan harapanku
Terasa pupus bersama dengan berjalannya waktu
Esok lusa dan kehidupan nanti
Semu apa yang tercipta lagi..
Letihku memandang nanar diri ini
Seperti letihnya mencari dalam kehampaan yang menjeratku...
Sendiri...

Kamis, November 05, 2009

... entah (medio letih)

kuberjalan diatas keletihanku
Lemas yang ada menjalar disekujur tubuh...
Malam semakin larut
Entah apa yang akan terjadi esok hari...
Kutatap dinding sepi...
Bersama deru blower yang menderu...
Tuhan... kutak tau apa yang akan terjadi esok.
kuharap diri menemukan arti...
Indah mayang bahasa kalbu
Menjalarkan rasa rindu..
Tapi apalah yang tau...
Semua hanya semu ku cumbu...
Sakit yang mendera didalam kalbu..
Telah mengunung menyebabkan pilu
Kulangkahkan kaki ... kutelusuri hari..
Tanpa tau harus bagaimana kurasakan kalbu yang menyimpan segala pilu dan rindu.

Kamis, Oktober 22, 2009

Jujur

Jujur ... atas rasa jujur atas segala yang terasa
tapi kadang aku merasa
Buat apa kejujuran itu ada
Hanya menambah kebodohan dalam jiwa
Kuhempaskan apa yang terasa
Melalui bait kata...
Kuucapkan ....
Tapi makna apa yang di dapat
Apakah kejujuran itu begitu menyesakan
Sehingga kadang membuat karam jiwa
Naif....
Kemunafikan..
Menutupi segala yang hinggap dalam diri
Apakah itu baik..
Semakin bingung kumenapaki
Mencari jalan yang baik atas langkah hidup ini
Antara peduli dan tidak peduli
Atas segala risau jiwa ... galau hati... Fikiran yang melanda diri
Jujur ..... Apakah berarti....

Awal hari

Pagi ini dalam kaidah kehidupan yang merangkah perlahan
Aku mencoba mengerti apa takan pernah mengerti
Kebodohan diri
Kebodohan rasa hati....
Kemana semuanya akan pergi.....
Apa ada arti rasa yang hinggap didalam hati
Kutau kurasa hanya sembilu
Diantara masa yang bergulir dalam kesenduaan
Kuhempaskan raga...
Kuhempaskan harsrat jiwa
Kaidah kehidupan yang tergeluti sampai saat ini
Bersama hitam malam kuterbangkan angan
Kumasih memiliki hasrat
Tapi apakah kaidah itu akan ada nyata
Katakanlah padaku... wahai yang memiliki diriku
Yang memiliki segala kehidupanku
Yang mengatur segala jalan kehidupan ini
Bahwa apa yang ada dan saat ini terjalani...
Pasti akan berakhir
Letihku..... rasaku .... lelahku...

Kamis, Oktober 15, 2009

Sungguh

Sungguh indah bila memiliki sebuah angan menjadi nyata
Bersitan jiwa yang ada serasa damai terasa
Hamparan dunia bak hamparan penuh dengan warna
Sungguh....
Bila memang semua adalah kehidupan yang fana
Kucari dan terus kucari
tapi kini semua harus terhenti..
Semua khayalan itu hanya tetap menjadi sebuah khayalan yang mengugah jiwa
Hamparan itu hanya merupakan sebuah mimpi
Rasa itu adalah keajaiban yang tak mungkin akan hilang
Kurasa apa yang kurasa
Kutuliskan lewat bait kata...
Bersama bayangan ilusi tentangmu...
Yang kuinginkan selalu nyata....

Selasa, Agustus 18, 2009

Bada back From bandung

Ya allah kau rejam aku begitu tajam
Kau beri aku pengertian tentang hidup sekaligus kau hujam aku...
Senyam malam yang kulalaui adalah teman dalam kehidupan
Ya allah dimana semua harus kuraih
Kuingin mencari apa yang terbaik walau kuabaikan tentang keinginan diri
Ya allah jangan kau rejam mereka... aku belum mampu
Tolonglah hambamu ini tuhanku...
Mereka.... adalah orang yang kusayangi tak bisakah aku memberi
Laraku melihat mereka... hanya bisa melihat tanpa bisa memberi
Tangisku dalam hati tak kuperlihatkan betapa lara ... yang kau beri terhadapku wahai Tuhan
Kenapa semua ini... ada apa dengan kehidupan kedepan dimana aku bisa mencari
Langkah kakiku meninggalkan mereka disebuah sudut kehidupan yang penuh dengan lara...
Astagfirullah ..... sungguh aku merasa tak berguna...
Tangisku pendam .. lara menghujam...
Turunnya hujan menambah kehampaan...
Sudut bandung yang kulalui... sudut bandung yang ketelusuri di hari minggu ini...
Atas nama kehidupan ini... kupinta padaMu wahai tuhanku ijinkan aku membahagiaankan hidup mereka... Kedua orang tuaku dan 1 orang kakakku...
Ku buang semua anganku.. kulepas segala kehidupanku
Kuabaikan segala keinginan cintaku...
Ku kan coba meraih dunia untuk mereka... agar tak ada lara lagi dalam hidup mereka
Ijinkan aku dalam langkah tegap... tegarkan aku dalam menghadapi setiap jengkal rasa
Sakit yang ada jalan yang harus kutempuh... Sendiri... biar kunikmati sendiri .... biarlah mereka yang akan menikmati kenikmatan hidup.... akan ku raih dunia untuk mereka...
Bersabarlah wahai kau yang telah memberi aku kasih sayang... bersabarlah...
Kuakan berusaha tanpa letih untuk membawamu ke tanah suci...
Dan wahai kakakku ... maafkan aku masih belum bisa bertanggung jawab atas kehidupanmu... Maafkan aku...
Kepergianku kembali... kuharap kalian juga mengerti... doakan aku... agar aku bisa menjadi...
... Lara semakin menghujam jiwa.. di hamparan kehampaan semata dalam ketidak berdayaan terjangan hidup .... kau hempaskan aku terus dan terus ... wahai tuhanku

Sabtu, Juni 27, 2009

Bisikan padaku

Bisikan padaku wahai rembulan malam
Atas kaidah hidup ini
Yang kucari terus kucari...
Setiap jalan kutelusuri..
Hanya untuk mencari
Bisikanlah padaku wahai mahluk malam
Apa hitam itu akan mendapat cahaya bila pudar sudah keyakinan hati
katakan padaku perlahan... tanpa jeda dan jelas
Kubutuh mengerti...
Kubutuh mengerti...
Bisikanlah padaku tentang kaidah nyata bukan mimpi
Malam rembulan bintang serta mahluk yang mempunyai kehidupan dalam kelam
Beri pengertian akan diri ini .. agar tak bimbang ... agar tak buta

Kaidah mimpi ... kaidah jiwa

kemana angin itu berhembus
aku tak tau....
jiwaku renta dipenghujung masa...
kais jiwa yang terkapar...
hampa....

Pengendalian jiwa yang mencari makna
Terus menelusuri krikil - krikil tajam
Menusuk .... terus menusuk
Perih meradang....

Sisi hati ... sisi jiwa..
Makna yang tergali akan sebuah hasrat
Memedam terus memendam
Sakit terus menyakiti diri...
Untuk apa.....!!!

Kaidah mimpi .... kaidah jiwa
Makna sesungguhnya akan kehidupan
Terus menulusuri tanpa henti...
Walau perih telah menjadi menu pasti
Rasakanlah ... rasakanlah...


Kamis, Juni 18, 2009

Kelelawar

Kelelawar itu terbang mencari....
kesana kemari ....
Buah manis yang selalu dia cari
Dalam kepekatan ... dan sorot mata yang tajam
Menembus hitam malam...
Kelelawar itu hinggap diantara pepohonan
Mengisi diri dengan asupan sang buah
Tak ada yang lain yang dia cari
Terus hinggap kesana kemari
Malam dia pergi... kekelaman adalah teman yang menemani
Kelelawar itu terus mengepakan sayapnya
Sampai malam berganti dengan temaram pagi

Sabtu, Juni 13, 2009

Untukku

20:40 At my mess - 12 juni 2009

Harus kau pahami rasa yang kau rasa
Yang bergejolak dalam jiwa
Takan pernah nyata adanya
.... Mengertilah ....
Kau beri apa yang harus kau beri
Walau batin tersakiti
Memang keindahan itu semu bagimu
Sadari dan sadarilah akan hal itu
Jangan kau gapai angan itu
Sebuah angan atas rasa cintamu
Sebab kehidupan cintamu hanya untuk tersakiti
Kau dicintai tak pernah bisa mencintai walau tlah kau coba
Korbankan ketulusan rasa cinta... raihlah segala kepedihan itu
Tak perlu kau risau tak perlu kau bimbang
Cinta yang kau rasa... serta kau damba... hanya ada dalam angan
Cukup lama kau mencari ... berharap hadirnya sebuah cinta murni
Kau percaya akan hadirnya untukmu .... tapi kini kau paham
Memang semua itu hanya sebuah fantasi
Biarlah rasa sakit terus menyelimuti sampai akhir nanti
Simpanlah keinginan itu dalam hati... dan kuburkanlah dalam-dalam
Kau tlah mencoba dan terus mencoba ... tapi kau tak bisa
Ingkari terus rasa hati ... atas cintamu .... dan terus pahami ... bahwa diatas dunia ini takan pernah ada cinta dr orang yang kau cintai...
Jalanilah terus hidup dengan orang yang menyintaimu walau kemunafikan akan selalau membungkus



" DOA UNTUK RASA "
Ya allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Diatas lembar kertas ini ... kumohon padaMu
Dengan tulus dan sungguh
Bantulah aku....
Ijinkanlah aku
Tuk dapat membunuh segala rasa yang menyangkut atas cinta
Biarkanlah kuhidup tanpa cinta
Akhirilah semua yang terasa dalam rasa ini
Matikanlah semua yang menjelma
Biarkanlah aku sendiri dalam menjalani hidup ini
Ya Allah ya Rabbi.. yang Maha Mendengar dan Maha Memberi
Aku sudah tak bisa mencintai, walau telah kucoba mencintai orang yang mencintaiku.... tapi hati ini tak bisa memberi
Ya Allah... di malam ini ... dalam sadarku ... dalam keheninganku
Ijinkan aku hidup tanpa segala bentuk cinta... karena untuk apa cinta itu hadir dalam diriku bila setiap kumencintai tak pernah tercipta untukku
Ya Allah Ya Rabbi... bintang malam serta langit kelam sebagai saksi atas segala pintaku..
Kabulkanlah Ya Allah ya Tuhanku
Satu pintaku padaMu....
"Berikanlah kebahagian dunia dan akhirat bagi dia yang kucintai... permudahlah urusan-urusannya.. janganlah kau beri kepedihan dalam perjalanan hidupnya ... berikanlah rasa pedih itu hanya untukku ... karena aku yang pantas menerima kepedihan itu... bukan Dia..."
Ya Allah .... aku bersujud padaMu... meminta kepadaMu untuk kebahagiaannya serta segala kepedihan untukku...
Semoga kau mengabulkan sebait do'aku
..... Amien ya rabbalalamin .....

Sebelum terbenam dan terlelap

Kuberi cinta dengan setulus hati dan jiwa
Walaupun kekecewaan selalu menghadang
Tataplah datangnya senja temaram
Dimana dalam sebuah sudut sepi kau tetap merayapi
Kau gantungkan segala cinta dan mimpi
Terhadap dia yang selalu dihati
Mengukir indah aral dan mimpi
Melukai jiwa serta mengores hati
Cinta ini memang tak pernah temiliki
Indah yang ada tak mungkin hadir dalam nyata
Kumenanti dalam setiap sudut sunyi
Meskipun sadar takan mungkin akan kembali
Kisah cinta itu tlah berlalu pergi..... Jauh takan pernah hadir kembali
Rasa cinta adalah rasa cinta
Walau dilema selalu saja merasuk sukma
Sadari akan segala kemampuan diri
Cinta... kau adalah bidadari yang memeluk lalu pergi
Kurindu akan hadirmu wahai cinta sejati
Sehingga selalu terukir kisah bait rindu akan rasa jiwa
Hanya dinding sepi... sudut sunyi serta pena menari
Pengambaran cinta serta kutulusan hati
Cinta.... hadirmu adalah perih serta ilusi

At mess 10 juni 2009

Cintailah cinta

Menarilah wahai sang pena
Gambarkan segala hasrat jiwa
Akan sebuah rasa yang merasa
Akan sebuah cinta yang terukir indah dalam jiwa
Jangan kau memaki atas diri
Karena cinta itu suci dan murni
Walau kadang tak termiliki
Ketulusan hati yang mendasari
Hitam malam pasrah kau jilati
Meskipun maki selalu kau cumbui
Mengertilah akan sebiah getar murni
Sakit perih atas sebuah mimpi
Sadari terus sadari
Tak perlu kau hiraukan esok lusa dan nanti
Karena berjuta perih akan menyelimuti ... hati akan tetap menahan diri
Sendiri dalam menjalani hari
Dalam kesunyiaan malam yang kian bergulir
Cintailah cinta sampai nanti walau tak terengkuh dalam nyata
Tetaplah tegar menatap hari..... cintailah cinta sampai mati

23:15 at my mess -10 juni 2009