Minggu, Januari 20, 2013

tembang jiwa 2

sang mentari memancar malu malu
dan awanpun berlomba menutupi panasnya
memandang mata nanar...
mendengarlah sang kuping atas khabar 
air .....
melimpah ruah....
sang bumi tak dapat menampung....
menjerit kehidupan..... 
alam meminta kembali kehidupannya
yang telah terjamah oleh kerakusan manusia
mengingatkan akan haknya yang terabaikan
menjeritlah kehidupan.....
saling menyalahkan  satu sama lain
terpekiklah suara.....
tolong......... tolong......
bantuan datang dan tidak dapat merengkuh semua.....
nanar sudah mata memandang....
air dengan cepat menutupi ... dan berdiam tak peduli...
manusia hanya dapat berteriak ... menegadahkan tangan sambil berucap..."bantulah kami yang kesusahan ini"
di balik itu alampun bicara dan berteriak....
"wahai manusia...kalian manusia kami hanya meminta tempat kami, tempat kami berada dahulu yang kini kalian diami, kami rela...... tapi kalian semakin lupa, kalian kotori semua, kalian tutupi semua, kalian habiskan kami semua tanpa sisa........ kepada siapa kami minta tolong atas kerusakan yang kalian buat..... tidak....!!!! kami tidak ada yang menolong, kalian semakin rakus, kini kamo datang untuk mendiami tempat kami yang terasa semakin sempit, agar kalian tau kaioun bisa murka pada kalian, ini hanya pengingat agar kalian sadar dan hanya sebagian dari kami yang datang kepada kalian..... maka nikmatilah buah hasil kalian dan jangan menyalahkan siapapun.... tapi salahkan diri kalian atas semua ini....... jagalah kami bukan menyepelekan kami ......."
 

tembang Jiwa

rinai hujan menemani
semakin kelam tapak hidup kucumbui
indah tatap mata atas rasa yang mengelora dalam jiwa
meski serpihan yang ada terengkuh nyata
kau adalah segala keindahan yang ada, tak tersentuh dengan nyata
kurangkai kata menjadi tembang penawar jiwa

.... tembang penawar jiwa ...

indah kucumbui semua....
atas apa yang terlukis dalam jiwa...
kemurnian cinta yang terus merasuk sukma
membaiat namamu wahai cinta

duhai kau jelita yang telah menjadi pahatan jiwa
meski ada tapi tiada
kaulah terindah mesti tak terjamah
dalam pahatan kehidupan

dan kau masih yang terindah
meski tak ada nyata....
apa yang ada menjelma jadi dilema
dalam pengharapan yang tiada kungkin diharapkan

dan kau masih yang terindah
bersemayam jauh dalam jiwa
tak lekang oleh waktu
meski ku tau tiada waktumu tercipta untukku



harmoni indah kata berpaut pembodohan jiwa
menatap keindahan pada hati yang belum tentu indah


dan kau masih yang terindah
meski tiada tercipta untukku
tapi cintaku teyap untukmu
sampai akhir hembusan nafas terhenti

kan kucumbui bayang tanpa kau nyata menjadi milikku
yang harus kau tau kau tetap menjadi yang terindah meski tiada kau tercipta untukku


untukmu yang ada dalam lenung jiwa