Kucoba menuliskan hasrat jiwa yang terasa selama menjalani hidup tuk mengapai dan pencarian makna hidup yang sesungguhnya, jatuh bangun dalam menjalani perjalanan, terangkai melalui kata, walau hanya sebuah kiasan yang mengambarkan gejolak jiwa atas diri saat menapaki kehidupan Yang Fana
Jumat, Desember 10, 2010
kurangkai sebuah kata
untuk menghilangkan risau jiwa
Kurangkai sebuah kata
Guna memaknai apa yang terasa
Bukan aku tak mau berucap nyata
tapi ... Tiada arti kukatakan yang sesungguhnya
hanya bisa meraba apa yang sedang melanda
Dan kurangkai kata walau tiada makna
Mewakilkan apa yang bergejolak
Meredam apa yang terbersit
Walau menyesakan dada
Bergumul memenuhi sudut yang ada .....
Kurangkai sebuah kata....
untuk risau jiwa yang tak menentu ..
Risau jiwa
Diantara keletihan menapaki kehidupan
Apa yang terasa bersemarak dalam daada
Menghenyan jiwa... membuat rapuh struktur raga
Apa yang terasa dalam jiwa
Tak terjamah dalam nyata
Membuat apa yang harus terbuat
Apa yang terasa jiwa
Gelisah menumpuk dalam sukma
Risau tiada tentu memupuk dan menarik dalam kelam
Apa yang terasa jiwa
Melanda dan menerjang tiada henti
Apa yang terasa jiwa
Berartikah untuk diri
Atau hanya sebuah rasa yang terasa
Apa yang terasa jiwa membuat risau tiada tara
Sebuah coretan dalam sebuah masa (part 3)
Tiba saatnya senja hadir...
Bersama rintik hujan menguyur bumi
Tak ada sang mentari menyentuh bumi
Dingin merasuk pada tubuh yang kian membusuk
Tanah basah terhampar luas ... tapi gersang tetap melanda jiwa
Sudut mata memandang dengan kosong
Irama jiwa semakin bergejolak memenuhi rongga
Terasa irisan sembilu, mengoreskan pedih yang mendalam
Senja kian merangkak
Memendam hasrat atas rasa
Mengindahkan isyarat hati yang bergema
Tiadakan dalam benaman hasrat
Menekan gejolak yang tak mungkin terjamah
Alunan kehidupan yang terus mengalir
Senja ... semakin temaram
Hati tetap tak mau diam
Memberikan sinyal sinyal yang menusuk sukma
Hela nafas semakin berat
Kuingin katakan.. kuingin mengengam
Tapi apakah mungkin bila memang tidak akan mungkin
Semakin dan semakin
Senja semakin merangkak ... menenggelamkan apa yang ada kedalam kelam
Dan aku bersama sang senja
(kupersembahkan atas hasrat jiwa yang tak mau mengerti ... atau aku yang tak mengerti)
Senin, Desember 06, 2010
.... Gemuruh ....

Sunting
Gemuruh
oleh Naja Nur Asim pada 06 Desember 2010 jam 14:57
Angin itu menerpa kencang
Tubuh kurus sang pencari
Menginkut sertakan awan hitam
Mengelapkan hamparan kehidupan yang sebelumnya terang
Sudut mata memandang diantara hamparan Trah kehidupan
Angin itu semakin kencang
Sedetik kemudian kelam sudah
Nyayian alah gemuruh menghantam
Memekikan telinga
KuHanya memandang Nanar
Menikmati irama sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi
Terjangan secepat dan menghantam diri yang rapuh
Belum usai satu datang lagi dan silih berganti
Sesak sudah nafas ini
Tubuh serasa tak menentu
Hitam alampun kelam begitu juga dengan diri
Perlahan hujan bak badai menerjang
Tak menghiraukan keadaan yang ada
Tak peduli .... apa yang terlewati
Menerjang, menghantam....
Senyum menutupi kegetiran, dimana hati menjerit melontarkan sejuta tanya yang tak terjawab
Kutiadakan, kucoba meniadakan tapi hati lebih merasa dari pada otak tuk menekan
Alam semakin bergemuruh ...
Terus bergemuruh...
Hatipun luruh menyatu dengan irama alam
Minggu, Desember 05, 2010
Petang saat hujan menghujam altar kehidupan

Terdengar jelas suara rintik hujan menghujam altar dunia
Pekat yang ada memenuhi sudut mata
Udara semakin dingin kurasa
Tanah basah .... sang pohon pun menyambut senang
Segar memang udara yang ada
Bersih, serasa racun terhanyutkan oleh rintik yang ada
Haripun perlahan berganti malam
Sedikit kurasakan hiruk pikuk manusia
Gelap, pekat dan hitam menyeluruh
Sang rintik semakin membuat irama
Tanpa ada suara yang lain memasuki rongga telingga
Hujam menghujam terus seperti yang terasa dalam jiwa
Disini bersama keremangan dan kesendirian
Entah bagaimana merasa lagi
Mengindahkan apa yang menjelma dalam dada
Membuat raga semakin terhujam
Mencoba mengapai... dan nyata semakin perih terasa
Hanya nanar dan rintik hujan yang menemani
Saat keletihan menapaki diri..
Jejak kehidupan dan arti ... untuk apa diri ini merasai..
Rindu yg harus terbunuh
Tak tertata
Berserakan..
Saat jiwa merasa kerinduan
Tertutuplah semua rongga
Terisikan hanya bayang bayang atas cipta sebuah rasa
Penekanan hati, dalam membedohi bersitan yg terus menumpuk..
Membuat diri semakin terpuruk
Terakui, tanpa kemunafikan atas rasa itu.. Bahwa rindu itu ada bahkan selalu ada..
Tapi harus tersadari akan kaidah nyata hidup ini..
Rindu hanya sebuah getar penyayat kalbu, menerapkam pilu, karena ta kan trengkuh nyata.
Pendam dan terus pendam, mencoba meraih tp tembok tinggi menerjang, sebilah pedang menanti, siap untuk melukai..
Rindu ini rindu penuh luka..
sebuah coretan dalam sebuah masa (part 2)
Tak terarah atau hanya diriku yang tak tau mengarah kemana
Gemuruh yang ada menyisakan letih yang meradang
Disini dalah sisi kehidupan
Kais kehidupan yang harus terlangkahi terhenti atas emosianal diri yang mengema
Kutatap sudut kehidupan atas sangaran yang sedang berbicara
Kelu sudah diri ini
Tak ada kata yang tak dapat terucap
Hanya menahan sembab atas rasa yang berbicara dalam jiwa
Terasa kelam nyata yang ada
Membuat titik hampa yang semakin memeluk erat
Harus terlalui apa yang terjadi
Sebagai apa yang telah menjadi
Hidup .... ini kah perjalanan yang harus di lalui
Sebuah coretan dalam sebuah masa
Selalu mempertanyakan apa yang mesti terlalui bahkan yang telah terjadi
Hidup dalam kehidupan
Jejak serta tapak yang telah terlalui...
Meyibak arti mimpi serta buah rasa
Diantara hiruk pikuk manusia yang mencari arti atas rasa yang dimiliki
Wahai dunia tempat kehidupan dan pencarian makna
Bersama deru detak serta irama yang mengalir dalam raga
Sungguh terlalu sulit mencerna apa yang melanda
Dimana otak dibuat untuk berfikir serta hati diperuntukan untuk merasa
Ketidak dinamisan membuahkan kekacauan
Kemana semua itu akan menjadi
Keterbatasan yang membuahkan sejuta tanya
Keterbatasan yang mencekal sejuta jawab
Mengalir memang kehidupan mengalir
Tapi arus kadang dapat terhenti, terbendung, berbelok dan kadang pula tak terarah
(Part 1)
Kamis, Desember 02, 2010
Untuk Hati Yang sedang Bergemuruh
Bersitan kepahitan akan rasa
Mengapa selalu ada
Datang saat keletihan menghujam
Dimana kutatap kegalauan
Dimana kugoyah menahan beban
Selalu semakin menghujam
Suasana riuh kehidupan
Terasa sunyi menekan
Ach .......
Memang kehidupanku adalah kesendirianku
Kuterdiam selalu menatap rongga diri
Kucoba selalu menekan risau batin
Luka atas kicauan kehidupan
Diantara yang ada kehampaan itu ternyata masih memeluk raga
Meski dunia tersibukan dengan segala kerja
Masih disini, bersama tulisan pelentur sukma
Dimana lidah tak bicara hanya kata dan alunan indah jari menari menyusun nada
Mungkin aku yang selalu tak peduli
Tapi batas kehidupan tetap kumiliki
Karena aku manusia yang tak bisa merengkuh apa yang teringini
Hanya menapaki jejak yang meski terlewati dengan segala perih meniadakan mimpi
Minggu, November 28, 2010
Getaran Rasa
Menyentakan sukma
Akankah itu berarti
Bukankah tak layakku merasa apa yang terasa
Tapi gemaaan yang ada dalam jiwa ini sungguh memukau
Haruskah aku selalu merasa
Karena nyata tak dapat terjamah
Lengkingan keinginan .... terkumkum dalam rasa dan trah mimpi
Bukan aku tak mau, bukan aku engan tapi lebih di sebabkan ketikdak mungkinan
Sadari akan diri
Sadari akan kehidupan ini
Biarlah semu teraih dalam mimpi yang hanya awan indah cipta bayangan ilusi
Dan kutau kaupun sudah engan
Tinggal aku menatap rongga sepi malam
Dalam keabadian getaran yang tak kunjung hilang walau sudah kuhujam dalam
Dimanakah akhir semua ini
Karena semua ini harus berakhir
Atas tapak hati yang sudah tiada arti untukmu tapi tidak buatku....
Rabu, November 24, 2010
aku yang tau ... bukan dirimu
Gema yang ada memenuhi rongga
Penuh segala aral yang mendesak jiwa
Akankah terungkap
Atas sebatas getar yang membersitkan membuat tiada daya
Dimana semua itu berujung
Kemana semua itu terarah
Bila apa yang terasa tak dapat terjamah
Luruhkan unsur diri
Hujaman yang tak terlukiskan
Samar .... tak tertumbus oleh fikiran
Aku kah yang salah atau hasrat jiwa yang tak terarah
Serta ilusi atas gema hati ...
Membenamkan lebih dalam
Bukan tiada arti .... tapi apalah arti
Atas sisa hidup yang penuh dengan lika liku yang tak dapat terjamah
Senin, Oktober 18, 2010
Mahligai Cinta
Sebuah bersitan hati, menyayat atas sebuah hasrat yang terukir indah
Memberi arti sendiri...
Membuat ritme terbaik dan terburuk dalam hidup..
Pejamkan mata... Merasa setiap desiran yang menjadikan hasrat yang mengebu, menantang diantara hidup - mati
Meraih, bermimpi ............. mencipta bayang-bayang siap menghujam
Detik demi detik terisi dengan dendang.... lukisan lukisan tercipta dalam ruang kosong
Naifkan diri melarakan hati untuk sebuah kisah yang belum tentu teraih
Rabu, Oktober 13, 2010
... Rasa hati ...
Menelanjangi diri
Menyeret dan mengulungku dalam kehampaan
Hasrat yang melanda
Memukau dan menghujam
Telaah terus menelaah
Getaran menjelma menjadikan nanar
Rasa adalah keinginan, damba serta harap
Tapi terkadang entah apa rasa itu
Setiap merasuk hingga tergetarkan sukma
Ingin meraih tapi tak tau apa yang akan diraih
Ingin menjamah tapi tak tau apa yang di jamah
Membuat apa yang ada terasa bagai lembaran kusut kehidupan
Rasa hati membanjiri jiwa mengetarka sukma ... tapi tak dimengerti untuk apa keberadaannya...
Hanya bersitan, sayatan yang terasa
Rasa hati rasa jiwa... beginikah dunia
Rabu, September 29, 2010
Jadikanlah
Kuterus mengapai dan mengapai, meraih dan mencoba meraih... tapi benarkah itu...
Bukan kah cinta dunia itu semu
Tiada keabadian didalamnya
Apakah benar kemurnian cinta itu ada...
Dimana mahligai kebahagiaan dapat teraih...
Apakah Tak an di tinggalkan bila salah satu ada yang pergi
Apakah tak tergantikan...
Ya Allah ya rabb ...
Jadikanlah cintaku disisa hidup ini hanya untukMu..
Aku tak ingin menyembah kesemuan duniawi
Karena aku merasa tiada yang pernah akan ada keabadian dalam dunia ini
Ya Allah ya rabb ...
Ku ingin mengapaimu seperti aku mencoba mengapai cinta duniawi yang kuanggap dewa,tapi kini ku sadari yang maha hanya milik engkau.. Tuhanku
Ku akui kusalah, ku akui aku buta, ku akui aku berlimpahan dosa dan nista dan ku akui aku tetap membutuhkan segala cinta yang sesungguhnya... dan kusadari hanya ada pada Mu, Ya Allah ...
Ku ingin cinta yang abadi bukan cinta semua duniawi
Ku ingin cinta yang menentramkan hati bukan cinta yang perlahan membunuh diri
Ku ingin cinta yang dapat menjadi penahan dari segala dengki dan tipu muslihat duniawi
Ku ingin cinta yang dapat mengokohkan hati
Ku ingin cinta yang tak henti dan selalu menemani dan mengingatkan diri
Ku ingin cinta yang tiada henti walau kutelah mati
Ku ingin cinta ada dan nyata dalam sisa hidup ini...
Tiada yang kudapat dari kehidupan duniawi bila kutaruh cinta itu pada duniawi
semua akan sirna saat waktu itu telah tiba ..
Ku ingin cinta Mu ... Tuhanku ...
Ku ingin cinta Mu ... wahai Ya Rabb ...
Cintailah aku sebagai mana Kau cintai Manusia yang Kau cintai...
Jangan Kau biarkan aku tersiksa dalam pencarian kesemuan duniawi
Cintailah aku Ya Rabb ... Karena aku sangat ingin kau cintai diriku ...
Karena ku tahu cinta Mu lah yang Tiada henti dan itu yang sebenarnya ku ingini...
Jadikanlah aku Cinta Mu wahai Tuhanku..
Mengapai cinta sesungguhnya
Begitu banyak berjuta harap yang menjelma
Menjadikan semua menjadi terang dan bermakna
Dimana terasa begitu mengelora ...
Setiap hembusan nafas selalu disertai akannya...
Setiap langkah selalu ingin bersamanya
Tiada yang terfikirnya hanya dia dan dia ...
Mengangap rasa itu adalah yang terbaik untuk diri..
Mendewakannya sampai merasa hilang bila tanpanya
Hitam dunia bila tak bertemu dengannya, walau hanya sebatas suara atau melihat
Dunia cinta duniawi..
Apakah benar itu abadi...
Mengorbankan apa yang ada dapat dikorbankan sampai hidup terasa mati padahal diri masih menjejaki....
Benarkah akan ditemui cinta sesungguhnya di dunia ini, antara manusia dengan manusia..
Senin, September 27, 2010
saat gundah itu melanda
Aku tak mengerti apa wujud dari apa yang menjadi getar yang terdendangkan
Sebuah kebodohanku sebagai manusia yang tak dapat menyelami apa yang terjadi
Katakanlah dengan jelas wahai jiwa, sukma tentang isyarat hati yang tersirat menjadi tersurat
Ku engan menerka apa yang sedang melanda dan bergemuruh terus menerus dalam beberapa hari ini...
Tiada ku mengerti atau memang tak dapat di mengerti..ataukah sulit untuk dapat di mengerti..
Layangkan pengambaran dengan jelas bukan hanya harum semerbak luka yang mengores dalam mengalirkan lara, membanjiri tubuh .... dalam sungguh dalam kurasa setiap hentakan yang ada..
Hari semakin bergulir, getaran tak henti kurasakan, membutakan apa yang harus terjalani... hingga cacian pada diri semakin menjadi (astagfirullah ...kukembalikan padaMu ya Allah)
Sabtu, September 25, 2010
... Bersabarlah wahai jiwa ...
Segala apa yang terasa dalam kegalauan pencapaian kehidupan
Teruslah memiliki damba akan kehidupan karena damai yang hakiki menunggu diri ini diujung kehidupan nanti
Perjalanan yang ada, perjalanan yang harus terlalui memiliki berjuta liku serta menyimpan mimpi
Takan ada yang dapat dimengerti oleh fikiran dan diri bila belum dilalui
Ingatlah selalu bahwa kehidupan dunia hanya sebuah jembatan yang harus dilalui
Bersikaplah dengan tenang dan ikhlas dalam menghadapi setiap gejolak kehidupan yang harus di lalui
Sabar dan tetap sabar menjalani
Jiwa ... kehidupan rasa yang kau rasai adalah yang murni, tapi belum dapat kau ketahui apa hakiki seutuhnya
Artikan dengan tenang, jalani dengan sabar karena dengan itu akan tercapai damai dan ketenangan
Semoga disuatu saat nanti apa yang terasai dapat membuahkan hasil yang baik bagi diri dan yang lainnya
Teruslah mengolah apa yang ada tanpa amarah dan aral yang melukai... terimalah apa yang harus diterima walau kepedihan yang terjadi
Ikhlaskan apa yang telah diarungi bersiaplah untuk kehidupan yang akan terlalui, dengan kesabaran ...
Semoga dan semoga menjadikan diri ini damai serta jiwa ini tentram..
Jumat, September 24, 2010
Sampai Nanti sampai Mati
Dimana rasa hanya tetap menjadi sebuah rasa...
Jangan biarkan aku menantap jingga menjadi hitam ..
Dimana kepekatan menerjang .... Hanya pedih yang kurasakan...
Kemana semua menuju kemana semua berlabuh...
Bungkam, terdiam tak melandaskan dan menjadikan semua sirna..
Benamkan hati menjadikan semua membunuh diri
Membodohi apa yang terjadi... membuat perih semakin menanarkan diri
Tak mengerti ... tak di mengerti walau sudah kupertanyakan kembali..
Inikah yang dicari...
Menerka sendiri apa itu akan membuahkan arti..
Sudut diri semakin perih...
Disini bersama bergulirnya hari
Rabu, September 15, 2010
.. Persembahan ..
Seiring desahan nafas, detakan jantung.. Serta desiran yg memenuhi rongga jiwa, merasuk sukma..
Persembahan atas getar yg melanda.. Menjadikan hidup melambung, terbang, terhujam, tersungkur, terjerembab, terbangun, tertatih.. Merangkak.. Tiada henti.. Berulang..
Kupersembahkan apa yg dapat tersembahkan, walau hanya sebait kata pemuja terhadap aral yang melanda, rasa yg terukir, bersitan luka yg menghiasi langkah yg terlalui dalam kehidupan.
Persembahan dalam titian pencarian makna, pengalian inti, pengharapan arti atas gelora jiwa.. Datang dan pergi silih berganti.. Sampai akhir nanti.
Tiada yg dapat kumaki, hanya diri mencaci, mengais arti, membuka tabir apa yg akan terjadi, mimpi.. Melandasi akan keinginan hati, meski nyata tak mungkin sama dengan apa yg teringini..
Berjalan menelusuri, melangkah menjejaki, melompat melampaui...
Walau entah apa yg akan teraih, mencoba trus mencoba walau akan berujung perih...
Persembahkan apa yg bisa tersembahkan, yg terbaik walau bukan hanya untuk diri sendiri.. Cendrung mengorbankan diri.. Tetaplah berdiri meski goyah sang kaki menopang tubuh rapuh..
Persembahan bait jiwa, atas jeritan sukma.. Karena "hidup 1 detik kedepan adalah misteri"..
Sepengal perjalan Hidup
Mata hanya dapat melihat secara nyata, gerakan batin serta gemuruh jiwa .. Samar dlam makna..
Hela nafas yg tertahan,berat terasa sang waktu.. Roda kehidupan mengilas tanpa dapat terhindari, jalani apa yg harus terjalani...
Disini sudut malam sepi,mata tak dapat melihat apa yg mencekam dalam jiwa,yg menjadikan aral membunuh sukma..
Terus terasa apa yg menjadikanku hitam,buntu fikiran mencari langkah yg terbaik dalam titian yg terkungkum oleh skat skat tak terjamah.. Rapuhlah sekujur raga dan jiwa..
Tamparan demi tamparan kehidupan terasa tiada henti, bertahan walau goyah...
Jerit lirih sang jiwa, sukma meregang menahan hantaman.. Sesak semakin menekan .. Adakah atau tidak akan ada..
Sepi.. Sunyi.. Kosong..
Kumencari, kumencari, dimana, kemana, bagaimana, menjejaki dan keluar dari kumkuman belenggu perjalanan kehidupan..
Bangun, terjatuh, bangun, terjatuh.. Bertambahlah sang luka semakin memenuhi sang raga.. Tapi ini lah hidup.. Semua pasti ada akhir..
Selasa, Juni 01, 2010
Panas
Tubuhku smakin rapuh..
Peluhku smakin lusuh
Jiwa yg terpaut dlm hampa
Melangkah atas ambisi jiwa yg tlah luruh.
Apa yang ada.. Apa yg tertulis..
Pelepasan dahaga atas kegersangan yg melanda..
Samar kulihat langit hitam, yg perlahan mendkati dan menutupi sang surya.
Tp sisa panas msh menempel ditubuhku.. Fikiranku trasa sakit.. Ritme tubuh smakin ta menentu..
Entah apa yg terjadi.. Padaku
Selasa, Mei 11, 2010
... nanti ...
Terangilah apa yang bisa diterangi...
walau tak mengerti ... teruslah menjadi
apa yang terjadi takan mungkin akan kembali lagi
melangkahlah walau kelam masih memeluk diri
Carilah terus mencari ... walau terjang tebing kau daki
Yakinkan diri yakinkan hati
Tetapkan akan sebuah tujuan akhir nanti
Tiada yang mengerti akan kehidiupan yang terisisa ini
Esok lusa atau nanti, entah kau temui atau tidaknya jawaban yang dicari
Tapi ........ bergulirnya kehidupan akan terus tetap dicari..
Tetap semangat walau pahit getir menghujam diri...
Jgn pernah berfikir dia ada karena dia ta pernah ada..
Kau ta bs menyentuhnya walau hy sekilas byang..
Sadarilah bersitan itu adalah hanya sebuah bersitan luka..
Tapak yang ada hanya sebagai ukiran yg terukir dlm kehidupan..
Saat surya tengelam, bersama tengelamnya sang mentari..
Tp tak bisa menengelamkan dirimu dlm hidupku..
Walau diri ni tlah memaki tp rasa itu tetap bersemayam dihati.
Bernyanyilah sang tmbng penyayat hati.. Meng hujam diri bersama bergulirnya hari yg ta mungkin terhenti sblum raga ini mati.
.. Pada sbuah sisi ..
Bersama alunan rintik hujan yg turun menghujam..
Disini pada sbuah sisi kehidupan..
Nikmati sentakan yg ada menghujam kalbu, dimana keberadaan jiwa lirih ta menentu.
Hujan turun mendinginkan suasana..
Tetes demi tetes membawa ritme sendiri..
Kuterdiam tanpa kata dan maki, hanya kebimbangan diri terhadap hasrat yg mencabik..
Aroma tanah basah mensejukan suasana, bersama titik nadir yg trus menyayat.
Haripun terus bergulir,hujanpun smakin deras menghujam..
Ritme kehidupan nyata dan pasti.
Tapi apakah nyata dgn rasa ini, atau tetap menjadi sbuah teka teki kehidupanku ini..
Gema diri
Aku tak mengetahui sejauh mana semua itu berarti...
Yang aku tau kau memiliki arti tersendiri dalam diriku
lantunan irama yang mengema.. menyentuh jiwa
Nanar yang ada mengores perih luka yang ada...
Sayatan yang kau goreskan meregangkan sukma....
Dan kau tiada.....
Sejauh mana apa yang terasa ... sungguh pilu memeluk raga
sesempit apa fikiran dan jiwa yang tak dapat menguak apa yang menjadikan ada
Diantara mega yang bertaburan...
Bersama semilir kehidupan ... Tanya itu belum terjawab.
Lirihku memandang malam
Sepiku terus menghujam... mencipta jiwa semakin meregang
Bergulirnya malam,bergulirnya asa....semakin membawa dalam pekat kehidupan..
Sabtu, Mei 08, 2010
Antara aku dan diriku
Jawab yang ada telah kau ketahui... Tingal sekian langkah lagi
Mengapa terdiam...
Terhenti karena ego sebagai manusia...
Kau pinta apa... telah diberikan Nya....
Tak bisa kah kau kuatkan jiwa....
Manusia... apa semua yang ada tidak cukup...
Kau hanya ditugaskan untuk melakukan... jangan pernah bertanya apa yang akan kau dapat
Lakukanlah apa yang telah menjadi garis kehidupanmu...
Senja semakin temaram dalam harimu yang terang...
Kau buat hatimu melupakan tapi kau terpaut atas apa yang telah menjadi kehendakNya...
Sejauh kau pungkiri, sejauh kau indahkan... tak mungkin dapat kau lakukan
Lakukanlah apa yang harus dilakukan..
walau hanya bersitan kesakitan yang akan kau raih...
Tapi di balik itu kau akan ketahui apa sesungguhnya... cerita dibalik yang kau cari
Tetapkanlah kembali hatimu... agar tiada kebimbangan menyentuh kalbu
Senin, Mei 03, 2010
Persembahan Jiwa
Terangkai mengukir makna
Kupersembahkan bait terindah
Tuk memuja apa yang ada
Kupersembahkan atas rasa
Tuk meredakan gelora yang bergejolak..
Kupersembahkan sgala yang terbersit
Walau nyeri,pait,sedih,tak berdaya,susah,senang... Kehidupan
Kupersembahkan selagi kudapat kupersembahkan
Bukan untuk siapa siapa
Kupersembahkan untuk jiwa sebagai makna ukiran kehidupan
Mengalirlah terus mengalir.. Sampai akhir nanti.. Dan persembahan itu kan terhenti..
Menulusuri hari
Ku bersama peluhku..
Titik nadir yg hinggap berkumpul menjadikannya seperti danau.. Yg siap menengelamkan..
Ku tatap pergantian hari,kucari makna yg tergali atas kehidupan..
Dimana sang surya yg menyinari, yang congkak dgn sinar panasnya yg menyengat memangang apa yg ada dibawahnya.. Tak peduli siapa?.. Akan berganti dgn temaram malam.. Dimana kesejukan kelam akan menenangkan,dimana panas akan teredamkan, dimana smua mengistirahatkan diri .. Dr apa yg telah dilalui untuk perjalan kehidupan..
Makna apa yg ada dlm senja.. Masa transisi dlm kehidupan.. Seperti perjalanan yg ada..
Manusia mencari jawab, sdngkan jawab kadang sudah ada, tgl mengukuhkan hati, karena manusia adalah mahluk yg paling sempurna dan congkak..
Galilah gali.. Pakailah hati jgn pakai fikiran yg penuh dgn kemunafikan serta nafsu busuk, yg dpt memutar blikan atas keinginan yg murni..
Wahai hari senja.. Kau beri aku goresan berharga atas hidup..
Ku kan gali dan terus mengali sampai ketetapan itu kumiliki..
Bersama lembayung senja kutitipkan sdikit makna.. Smoga akan lebih bermakna.. Bagi sang pencari makna dlm kehidupan..
.. Catatan sepi ..
Permadani kelam balutan sang mlam tanpa sang rembulan..
Rintik hujan msh menetes perlahan..
Suara mahluk malam mengema memenuhi..
Diberanda duduk bersila menikmati aroma kehidupan..
Sejenak terdiam,hanya kepulan asap ternikmati mengusir dingin yg menyentuh..
Kelelawar melintas .. Entah apa yg dicari..
Hembusan nafas tertahan mencoba mengalirkan hangat pd skujur raga..
Malampun smakin beranjak.. Menyisakan hari yg tlah terlewati..
Raga ini msh disini mencari jawaban akan perjalanan kehidupan yg perih..
Tak beranjak tak bertepi, terhenti.. Tak mampu bermimpi..
Smua terasa tak beraturan bertebaranlah serpihan..
Tangan rapuh mencoba meraih atas serpihan yg bgitu bertebaran..
Hela nafas seiring dgn kebimbangan.. Terpandanglah sang kelam..
Tiada jiwa tiada masa tiada mampukah diri..
Ciut jiwa ciut nyali..
Tapi diri mencoba bangkit.. Walau harus tertatih.. Karena hdp blum berhenti.. Walau jalan yg ada msh tertutup..
Malam terus beranjak perlahan,hujan rintik msih terus menemani..
Tiada letih bibir berucap, hati bersenandung meminta apa yg terbaik agar esok hari lusa nanti akan dpt temui apa arti hakiki diri..
Sang dingin smakin memeluk raga.. Disini tak bergeming dan trus menata..
Menikmati apa yg terjalani.. Terus dan terus.. Tiada henti.. Tanpa mimpi lagi yg mewarnai..
Masih disini
Risau hati kegalauan jiwa tak terarah tak memiliki tepi..
Suara alam keheningan yg merambat dikesunyian mlam yg semakin kelam.
Masih disini..
Tak ada rembulan yang menyinari.. Apa lagi gemerlap sang bintang
Masih disini.. Disebuah beranda.. Menatap malam yg bergulir sambil meresapi suara alam yg tertangkap dan terdengar..
Meleburkan sang risau.. Kegalauan yg melanda dan entah berasal dari mana.. Mencoba terus mencari damai.. Tiada henti..
Masih disini disebuah beranda..
... GETAR ...
Sbuah getar yg merasuk jiwa..
Harus kupungkiri atau tak perlu aku rasa..bersitan getaran rasa..
Merasuk ta terduga, dtang tanpa kupinta..
Hanya mampu terdiam menghenyakan mengeleparkan raga..
Trus dan trus merasuk..
Skian lama itu terjadi, msh trus kumencari arti.. Tp tetap tak kutemui..
Getar jiwa mengambarkan aroma kesedihan,tak dpt direngkuh,tak dpat dijamah..tiada yg dpt aku perbuat.. Karena gtar itu :(
Hanya rangkai doa tuk meredamkannya, sbentuk persembahan terhadap jiwa..
Jumat, April 30, 2010
@ Yogya
Diantara kicauan burung dan deru raungan sang besi yang melintas....
Bersama sebuah hasarat yang terdalam ...
Dimana sebuah masa dimana sebuah rasa dimana sebuah jiwa berada...
Diatas tanah ku menahan ritme yang ada... sedikit goyah sang raga menopang
Terus dan terus berupaya.. berjuta letih berkecamuk mencabik....
Disini sebuah sisi .... dimana perjalanan mengantarkan aku dalam sudut hidup...
Bersama lantunan lagu pembasuh kalbu...
Telusuri dan telusuri tapak mimpi yang terkubur mati dalam tubuh yang hampir tak berarti...
Artikan mengartikan yang tak dapat di artikan...
Bersitan yang ada... bersitan yang terasa dilema yang menjelma memekikan tembang kehidupan nyata...
Jangan pernah menyerah sebelum raga itu terdiam kaku...
Hamparan luas ketidak tahuan... hamparan luas ketidak berdayaan .. hamparan luas yang entah apa....
Disini diatas tanah yang kujejaki...
Bukan dalam mimpi bukan dalam sebuah ilusi.. tapi ini sebuah realiti...
Bersama hati rasa jiwa ........................... yang belum dapat membuka secret yang ada...
Berharap .. semoga ... dan terus mencari .... tanpa letih untuk akhir yang takan pernah diketahui... atau takan pernah akan ada arti....
Serahkan diri... serahkan apa yang ada menyeluruh dalam sebuah wujud nyata tubuh ini... atas kehendak Nya yang sulit dapat di nalar oleh otak manusiawi. ...
Yakinkan diri yakinkan akan setiap segi....
Jumat, Februari 26, 2010
Perjalanan kehidupan
Aku seperti terhenti pada sebuah titik..
Arti apa yang sedang terjadi..
Sapuan gelombang kehidupan mlambungkanku,menghempaskanku..
Meneriakan atas kegalauan jiwa..
Tertahan diriku pada sebuah sisi..
Ach hidupku..
Sesak,galau,kucoba bertahan, menahan segala yg terjadi..
Perjalananpun trus berjalan.. Tak peduli atas kekuatan yang ada..
Disini bersama hujaman yang smakin menghujam..
Antara berdaya dan tidak aku tetap harus lalui apa yang tlah menjadi skenario kehidupan ini..
Walau merangkak, cenderung berebah.. Tapi.. Aku tetap mempercai kalau suatu saat nanti pasti akan ada secerca cahaya kutemui..
Sebagai landasan hidup dari kehidupan stelah hidup.. Semoga..
Kamis, Februari 25, 2010
Berdoa
Saat aku berdoa..
Aku meminta bgt byk permintaan..
Ketika aku berdoa..
Aku meminta kau kabulkan dgn cepat..
Ketika aku berdoa..
Aku dalam keadaan terhujam dan terhenyak dlm lubang glombang kehidupan.
Ya ketika aku berdoa..
Pasti aku meminta jwban nyata yg dpt kupahami.. Bukan samar
Berdoa dan berdoa ... Meminta dan meminta.. Itulah manusia dan itu aku..
- Tuhan -
Aku bukan tak menjawab apa yang kau pinta..
Tapi.. Tak lalaikah kau kepada diriKu..
Dimana saat panggilan itu mengemma memanggilmu.. kau masih tetap diam sibuk akan duniamu, kadang terlupakan cenderung terabaikan..
Disaat kau menemuiKu.. Fikiran dan hatimu tak menyatu bersama ragamu..
Bila kau senang kau mengabaikanku..
Raga yg kutitip padamu apa kau pergunakan secara benar,kau jaga.. Secara benar..
Wahai manusia.. Aku selalu memberi apa yang kau pinta, dan selalu kuberikan extra.. Tapi sadarkah kau akan dirimu..
Kuciptakan dirimu adalah yg terbaik diantara mahluk yg lain, tapi sekaligus terburuk dr mahluk yg lain..
Sadarilah diri.. Maknai apa arti diri dlm hembusan nafasmu.. Maka akan kau temui.. Apa yang menjadi pintamu terhadapKu..
- Manusia -
Terdiam.. Lah manusia.. Sudah kah benar dia menjejaki dunia.
Doaku
Atas nanar kehidupan, atas apa nyata yg terjadi..
Kulafazkan bait keinginan.. Dan kumeminta.. Terus dan terus..
Kumeminta pada Mu.. Wahai sang maha besar..
Kuyakin Kau mendengar sgala pintaku, yang kupanjatkan hanya pada Mu.. Tanpa.. Terlewati walau sekali sentakan nafas.
Tapi.. Kadang aku msh mengabaikan Mu.. Wahai Kau yg maha pendengar..
Masih suka melupakan Mu.. Membungkam diri atas panggilan Mu.. Terburu2 saat menghadapmu..
Mungkin itu yg mengakibatkan lambatnya Kau kabulkan sebuah proposal akan langkah hidup.. Karena aku yakin Kau adalah maha segalanya..
Kusujud pada Mu.. Bersama limpahan dosa yg tlah menjadi hitam..
Rabu, Februari 17, 2010
I m angry
Sebuah kasat mata yang blum dapat kuketahui dan kutembus dgn mata tlanjangku..
Katakan apa itu..
Sebuah nafsu manusia dengan melakukan perbudakan mahluk lain..
Dia pikir dia pintar.. Dia pikir dia bisa.. Memperbudak mahluk lain untuk tujuan nafsunya..
Manusia dgn tingkat kepintaran tertinggi diantara ciptaan mahluk lainnya..
Dia pikir dia pintar dgn siasat itu..
Bodoh...
Manusia itu terkadang lebih sgt bodoh dr mahluk yg tercipta diatas muka bumi ini..
Persekutuan yg dia buat,akan menyeret dia dr yg memperbudak menjadi yg diperbudak..
Kau mungkin merasa senang saat ini,melihat tujuanmu tercapai..
Bersih tak terlihat, tak meninggalkan jejak..
Tapi ketahuilah.. Kau akan lebih sakit dr pada apa yg pernah kau perbuat..
Aku memang manusia yg tdk memiliki kemampuan, tak bisa melihat, hanya bs merasa samar..
Ketahuilah .. Apa yg kau perbuat akan kucoba kembalikan atas seijin Nya.. Agar kau dapat merasa apa yg kau perbuat ...
Ku terdiam bukan kuterdiam, kau akan tau bila saatnya nanti..
Senin, Februari 15, 2010
Aku butuh tapi takan pernah ada
Aku butuh damai jiwa....
Tapi kurasa takan pernah ada
Aku butuh pelukan kasih
Tapi kurasa Takan pernah ada
Aku butuh cinta
Tapi kurasa takan tercipta
Aku hanya mencari
Tapi mungkin takan pernah akan kutemui..
Memukau jiwa menerjang hari
Untuk sebuah rasa yang tak pernah akan mati
Walau harus terpungkiri
Tetap mengema dalam diri
Kutatap hari kulangkahkan kaki...
Demi makna yang tak memiliki arti
Terpungkiri .....
Arti sebuah rasa
Diantara desir mimpi ... kumatikan apa keinginan diri
Hujaman resah jiwa yang semakin merengkuh diri
Bersama mega yang hitam menyelimuti....
Disini ...
Diatas kakiku berpijak...
Dimana kelitihan mulai beranjak pelan menulusuri sudut diri
Tiada kekuatan ... lirih .....
Kutatap hari dengan menutupi apa yang ada dan bergejolak dihati...
Hamparan luas samudra kehidupan... terasa begitu menghimpit...
sudah... dapatkah kusudahi semua apa yang ada dalam diri...
Mimpi apakah mampu kurangkai mahligai keberadaan jiwa dan keindahan dunia...
Kutebarkan dosa diantara kemunafikan yang ada...
Kupungkiri dan tak kupungkiri
Kuakhiri tapi engan kumengakhiri...
Hanya sepi dan cumbui diri yang penuh dengan segala luka yang mengiris perih
Ya... aku lah manusia yang mencari arti...
Arti sebuah Rasa dan ilusi..
walau akan terbunuh dalam menanti..
Menyakiti diri untuk sebuah rasa yang tak pernah pasti
Fatamorgana.. Terus kugeluti..untuk sebuah kata ... rasa yang mengelora dalam hati..
Tiada hari tiada hati... yang mampu tuk menutupi..
Hanya sepi yang ada dalam diri..
Tangis dalam hati yang menyesakan dada ini
Terus terjadi ... menenggelamkan diri kedalam lautan ..... Hampa...
Tiada kata ... lagi yang bisa kuucapkan untuk mewakili berjuta hasrat dan mimpi
Hanya sekedar melepas sedikit aral yang ada dalam hati...
Sungguh kutau apa yang terjadi...
Tapi semua telah terjadi... dan kutenggelam dalam laraku sendiri...
Tanpa henti.....
Selasa, Februari 09, 2010
.. Goresan jiwa yg terkapar Rasa ..
Resah.. Ya kurasakan resah yang bergumul dalam diriku..
Kucoba menepiskan sgala yg berasa terasa tergetarkan dlm jiwa..
Tapi semua terus menghentak.. Terus menghentak..
Tubuhku lunglai,lemas,kuabaikan sgala sakit yg terasa menjejal jiwa dan raga.. Dan kubiarkan jiwaku kosong..
Tanpa tersentuh lafazmu, air suci pembasuh kotor diri.. Selembar sejadah terlipat rapih diatas pakaianku.. Yg biasanya selalu ada disampingku.. PanggilanMu kuabaikan yg biasaku nanti..
Aku memunafikan diri atas sgala terpaan hidup, yg menerjang, menghantam..
Detik demi detik kulalui.. Resah itu semakin menjadi..
Aku sadar Kau memanggilku,mengingatkanku
Aku merasa kotor sangat kotor, mampukah aku meminta kesucian jiwa itu pada Mu.. Kedamaian hati, ketentraman diri... Karena aku sudah tak punya angan dan mimpi..
Aku menjalani hidup.. Hanya menjalani apa yg terjalani..
Tapi aku muak.. Sungguh muak dengan diri sendiri..
Seminggu sudah bayangan kematian itu begitu jelas dipelupuk mataku.. Seakan sang jibril tlah bersiap menjemputku...
Entah beberapa kali aku hampir kehilangan kesadaranku.. Tapi syukurnya aku masih diberi waktu untuk dapat menjejaki dunia ini..
Siang ini.. Dihari minggu kubaca beberapa artikel yg menyayat hati mengeleparkan jiwa,merobek sukma..
Nanar.. Kutahan sesak yang bergumul didada..
Tersungkurku, batinku menangis.. Atas sgala perih atas kotor diri..
Ku langkahkan kaki, kumandikan diri, kubersihkan atas sgala yg menempel pada diri.. Kutebar sajadah..
Ku bersujud pada Mu.. Terima kasih atas cinta Mu.. Sampai Kau memanggilku terus menerus.. Tuk selalu dalam pelukan Mu.. Dlm kasihMu yg kuabaikan dan tak kusvukuri..
Terima kasih Kau beri gambaran apa yang aku cari tentang arti rasa diatas mahligai jiwa.. Ya akhirnya kutemui makna tersebut..
Kini ijinkan aku selalu bersujud dan bermunajat pada Mu.. Jagalah aku dalam kehampaan hidup.. Dan kekotoran hati, serta limpahan dosa..
Hariku semakin sempit.. Kuingin pulang pada Mu.. Saat dalam pelukan Mu.. Kudendangkan lafazmu.. Yang kurindukan selalu yang terucap dr bibirku tuk selalu memujaMu.. Menyanjungmu, wahai Illahirabbi...
Ikhlaskan apa yg pernah terjadi dlm hidup ini, memantabkan diri tuk mengapai kembali cinta suciMu.. Wahai Tuhanku..
Amien..
Senin, Februari 01, 2010
Apa yang dibilang tentang cinta
Adalah
Sabtu, Januari 30, 2010
Takdirku
Tapi bukan untuk memilikimu
Takdirku hanya merasa apa yg kau rasa..
Tapi bukan untuk ada disampingmu
Takdirku adalah hanya sebuah rasa
Tanpa pernah ada nyata..
Takdirku ... Hanya mencintai tanpa dicintai...
Dicintai tanpa dpt mencintai..
Takdirku ... Kemana arah tujuanmu nanti..
Merasa apa yang terasa..
Menepis apa yang mengema..
Memunafikan .. Getaran jiwa..
Membungkam kata.. Atas segala yang tercipta...
Takdirku mencintaimu.. Walau hanya sebersit mimpi lalu pergi..
Kamis, Januari 28, 2010
cinta dilema
Sunyi... Hanya terdengar suara nyamuk yg memburuku ..
Menghisap darahku.. Ach..
Kuraih kaleng spray obat nyamuk... Kusemprotkan kesudut ruang.. Kutunggu beberapa saat..
Kulihat beberapa nyamuk gembul mengelepar.. Gemas sekali aku melihatnya.. Kupites 1 demi 1..
Waktu terus beranjak, dingin smakin menusuk.. Masih kurasakan sakit diperutku.. Ya.. Derita yang kurasa hampir 1 bulan lebih..
Ku abaikan apa yang terasa pada raga ini..
Kubakar sebatang rokok.. Kunikmati bersama sgelas teh dingin.. Lalu keberanjak kekamar mandi.. Begitu melilit perut ini..
Hm.m.m aku hanya tersenyum.. Kulihat bukan kotoran yang keluar.. Tp darah kental.. Entah apa yg terjadi pada sirkulasi tubuhku.. Kubersihkan lalu ku kembali berebah..
Sepintas kulihat 2 malaikat kecilku terlelap.. Ku tersenyum..
Damai mereka rasakan dlm mimpinya.. Dan akan terbangun bersama kecerewetan dan kenakalan yg kadang membuatku tersenyum.. Keki.. Bingung.. Tapi mereka adalah warnaku..
Ku tatap mereka sejenak, kuberkata dalam hati.. Kalian tak perlu tau derita yang kurasakan... Kukan selalu mencoba menahan segala yang melanda diriku demi kalian.. Dan hidup kalian.. Kalian tak perlu tau sakit yg ada dlm tubuhku ini.. Karena akupun tak ingin tau.. Yang kumau melihat kalian esok pagi .. Begitu dan begitu setiap mlam yang kulalui..
Kuhabiskan sebatang rokok.. Smbl berebah kutarikan jari kurangkai kata sebagai isyarat hati dan jiwa..
Lirihku memanggil.. Bersama pembungkaman asa yang mengoyak diri..
Entah kedepan apa yang akan terjadi.. Perih masih terasa dlm raga ini.. Dingin semakin menusuk.. Menyelimuti tubuh yang mulai membusuk...
Rabu, Januari 27, 2010
.. Deras ..
Terpaku atas sebuah rasa...
Dimanakah jelma itu berada
Hanya sbuah nanar memeluk jiwa
Mengakui dan tidak rasa itu masih bersemayam dalam jiwa
Pada sebuah lenung hati yang terbungkam karena hampa
Membodohi diri dengan membelenggu hati
Bersitan jiwa .... tetap terasa... mau atau tidak
Entah apa makna yang ada...
Hanya kelam hampa yang dapat tercumbui
Kehidupan dilandasi sebuah mimpi
Kian hari semakin tak tentu arah yang di nanti
Menjadikan semua semakin tak berarti
Lelah hati ... lelah jiwa ini...
Hanya kosong yang menemani diri
Memeluk hati... diantara sebuah kata menanti yang takan pernah akan kembali
Atas nama kata
Entah apa perlu terungkapkan, terkumandangkan... Terangkai dgn syahdu..
Bait bait mengalir .. Terus menjadi sbuah warna kehidupan.. Atau sebagai prasti dr rangkaian perjalanan kehidupan..
Apakah perlu hal itu diungkapkan..
Keindahan,dilematik,kesakitan,pengharapan,pemujaan,pengungkapan,pengorbanan...
Terhamparlah semua dlm tarian pena,serta aliran fikiran yg terasuki oleh hati.. Yang merasa.. Terus mengalir dengan deras.. Kesudut sendi diri dan raga...
Putih jadi hitam.. Hitam jadi putih.. Samar.. Samar.. Warna yang ada.
Tapi terus terungkapkan .. Terungkapkan tanpa terhenti..
Walau tak ada arti.. Mungkin tiada sama sekali..
Tapi kata tetap sebuah kata dgn berjuta makna dlm rangkaian yang terhampar luas..
Begitu jg dengan apa yg kurasa.. Yang terjadi dlm hati mengelora meregangkan sukma, membunuh raga.. Mematikan hasrat.. Yang ada.. Menjadi indah tiada henti dlm lukisan kehidupan yang tlah terjadi.. Terhadap sebuah rasa, cinta,sayang,rindu dan kemuakan atas diri..
Selasa, Januari 26, 2010
kau yang terindah
Bersemayam dlm jiwa..
Dalam.. Sgt dlm..
Sukma mengakui,mengetahui..
Pendamkan stiap hasrat
Jelmaan dr sbuah getar halus alunan dawai..
Kau antara ada dan tiada..
Diantara mega ..
Diantara langit yang tak terjamah..
Didasar hati yg seluas dan sdalam samudra..
Kadang melonjak,melayang, terombang ambing.. Dlm gelora kehidupan..
Kau tetap ada.. Tetap bersemayam..
Antara ada dan tiada.. Tp kau tetap ada.
Tapk itu tetap menjadi sebuah tapak
Tak akan mungkin terhapus..
Tapak itu adalah bukti..
Tentang langkah.. Tentang apa yg sudah terjadi..
Tapak itu hanya merupakan tinggal sebuah kenangan..
Tapak itu hanya sebuah tapak
Tapi tapak itulah sbuah arti hidup yg sudah diketahui..
Karena tapak itu tlah terjalani..
Tapak itu hanya sbuah tapak... Yang takan mungkin terhapus oleh waktu..
Tapak itu adalah arti sampai nafas terakhir dihari ini..
Tapak itu hanya sbuah tapak..
Goresan kata Mati
Sebuah jiwa terbungkus dalam sebuah tubuh.....
Dengan segala ritme yang ada...
Gejolak kehidupan mewarnai perjalanan
Dalam pencarian makna yang akan teraih....
Hidup manusia datang dan pergi....
Sebuah kepastian yang tak dapat terlewati...
Entah kapan giliranku pergi......
Meninggalkan ragaku ... meninggalkan duniawi
Cepat atau lambat semua itu akan terjadi....
Hitam ku jalani hidupku.... Mampukah aku memasuki sebuah tahap hidup setelah hidup
Tamparan keras hari ini menghenyakanku....
Kematian.... dimana raga agan terpisah dengan jiwa .....
Semakin dekat dan mendekati.....
Sadar ... ku sadari begitu banyak noda yang bertumpuk di atas tubuh ini...
Tapi masih saja kucumbui .....
Ku arungi laut mimpi... ku tengelam dalam limpahan hitamnya dosa....
Ya.... mengapa....(sebuah pertanyaan yang selalu terlontar)
Segala yang terjadi pada diri... adalah sebuah peringatan bahwa hal itu akan kutemui.... (mati)
Bukanya diriku ini semakin mendekati ... kini aku semakin menjahui Nya....
Kucumbui dosa... kugoreskan hitam dilembar kehidupanku...... ku korbankan...diri..
seakan hidupku takan henti....
Sungguh .... Hariku terasa semakin berat.... dimana lafaz itu tak pernah lagi keluar dari bibirku...
Dimana tangan ini sudah tak lagi memegang Kitab Mu.....
Dimana sejadah itu ..... terlipat rapih disudut kamarku.... tubuh ini raga ini tak terbasuh oleh air suci mu...
Innallilahi wa inalillahi raji un... matilah jiwaku.... dalam kehidupan ini.... kematian sebelum kematian abadi....
Tapi sungguh kematian abadi itu akan lebih perih...... dari segala luka yang ada di muka bumi ini....
tak sadarkah aku... akan hal itu... masih saja kucumbui hitam dan lembah dosa kehidupan ini...
apakah ku siapa bila kematian abadi itu menjemputku.... dan ku dalam lebah hitam....
Selasa, Januari 19, 2010
Ku merindu
Ku merindu akan gejolak jiwa yg pernah terasa..
Sentuhan sentuhan halus dlm kalbu..
Mencipta damai walau semu..
Ku merindu akanmu.. Atas dirimu yg pernah kukenal dahulu..
Dimana rasa yg ada bgt indah
Dimana hari yg terangkai penuh dgn damba
Ku merindu akanmu..
Saat rembulan terang menyinari..
Saat bintang gemerlap mewarnai.. Kehidupan..
Ku merindu akanmu.. Yang dulu kukenal, yang dulu kupuja.. Yang dulu kucintai.. Bukan dirimu yang saat ini..
Sunggu ku merindu akanmu..
Ku merindu akanmu..
Yang menjadi sesuatu dlm diriku..
Terpahat sebuah rasa terukir penuh makna.. Walau kini tlah menjadi dilema.
Ku merindu akanmu.. Dlm stiap sudut yg kulalui..
Stiap hari yg kutapaki..
Stiap mimpi yg tak mampu tercipta lagi..
Sabtu, Januari 16, 2010
Dimana
diantara hitam kelam kehidupan.....
Salahkan aku dengan setaiap rasa yang menjelma .....
Akanmu... akan dirimu yang selalu
Kucoba menepiskan ......
Tapi bayangmu sellau saja ada dalam jiwa...
bersemayam dalam lenung hati....
inikah arti sebuah rasa...
Dimana sebuah kerinduan melanda...
Membungkam jiwa.. menenggelamkan raga
Apakah ada arti ... bagi hidup ini
bila setiap jengkal yang kurasa hanya sebuah mimpi
Cinta itu masih sebuah keperihan...
Menanti apa itu ada arti.....
Apakah kau tercipta untuk diri ataukah hanya tetap menjadi ilusi dan misteri...
Rasaku adalah rasa yang tercipta atas sebauh getar...
walau penuh maki dan kepedihan....
Aku masih menanti kamu dan cintamu... walau kutau itu sebuah kesia - siaan.....
Kerinduan
nada indah gejolak rasa
Terbersit dalam jiwa....
Nada indah nada rasa
Bersemayam dalam lenung hati...
Kuteriakan apa yang menjelma dalam dada
Atas sebuah hasrat yang bergelora...
Tapi dinding dinding itu menutupi
Atas segala hasrat yang tercipta dalam diri
Hanya menantap nanar jiwa tiada henti
Bersama gejolak yang terus memenuhi...
Aku rindu akan diri .... sebuah jiwa yang ada dalam hati
Tiada kata yang bisa terucapkan lagi...
Hanya nanar diri yang kucumbui...
Menutupi segala gejolak yang kian semakin menjadi...
Atas dirimu wahai pujaan hati