Sabtu, Juni 27, 2009

Bisikan padaku

Bisikan padaku wahai rembulan malam
Atas kaidah hidup ini
Yang kucari terus kucari...
Setiap jalan kutelusuri..
Hanya untuk mencari
Bisikanlah padaku wahai mahluk malam
Apa hitam itu akan mendapat cahaya bila pudar sudah keyakinan hati
katakan padaku perlahan... tanpa jeda dan jelas
Kubutuh mengerti...
Kubutuh mengerti...
Bisikanlah padaku tentang kaidah nyata bukan mimpi
Malam rembulan bintang serta mahluk yang mempunyai kehidupan dalam kelam
Beri pengertian akan diri ini .. agar tak bimbang ... agar tak buta

Kaidah mimpi ... kaidah jiwa

kemana angin itu berhembus
aku tak tau....
jiwaku renta dipenghujung masa...
kais jiwa yang terkapar...
hampa....

Pengendalian jiwa yang mencari makna
Terus menelusuri krikil - krikil tajam
Menusuk .... terus menusuk
Perih meradang....

Sisi hati ... sisi jiwa..
Makna yang tergali akan sebuah hasrat
Memedam terus memendam
Sakit terus menyakiti diri...
Untuk apa.....!!!

Kaidah mimpi .... kaidah jiwa
Makna sesungguhnya akan kehidupan
Terus menulusuri tanpa henti...
Walau perih telah menjadi menu pasti
Rasakanlah ... rasakanlah...


Kamis, Juni 18, 2009

Kelelawar

Kelelawar itu terbang mencari....
kesana kemari ....
Buah manis yang selalu dia cari
Dalam kepekatan ... dan sorot mata yang tajam
Menembus hitam malam...
Kelelawar itu hinggap diantara pepohonan
Mengisi diri dengan asupan sang buah
Tak ada yang lain yang dia cari
Terus hinggap kesana kemari
Malam dia pergi... kekelaman adalah teman yang menemani
Kelelawar itu terus mengepakan sayapnya
Sampai malam berganti dengan temaram pagi

Sabtu, Juni 13, 2009

Untukku

20:40 At my mess - 12 juni 2009

Harus kau pahami rasa yang kau rasa
Yang bergejolak dalam jiwa
Takan pernah nyata adanya
.... Mengertilah ....
Kau beri apa yang harus kau beri
Walau batin tersakiti
Memang keindahan itu semu bagimu
Sadari dan sadarilah akan hal itu
Jangan kau gapai angan itu
Sebuah angan atas rasa cintamu
Sebab kehidupan cintamu hanya untuk tersakiti
Kau dicintai tak pernah bisa mencintai walau tlah kau coba
Korbankan ketulusan rasa cinta... raihlah segala kepedihan itu
Tak perlu kau risau tak perlu kau bimbang
Cinta yang kau rasa... serta kau damba... hanya ada dalam angan
Cukup lama kau mencari ... berharap hadirnya sebuah cinta murni
Kau percaya akan hadirnya untukmu .... tapi kini kau paham
Memang semua itu hanya sebuah fantasi
Biarlah rasa sakit terus menyelimuti sampai akhir nanti
Simpanlah keinginan itu dalam hati... dan kuburkanlah dalam-dalam
Kau tlah mencoba dan terus mencoba ... tapi kau tak bisa
Ingkari terus rasa hati ... atas cintamu .... dan terus pahami ... bahwa diatas dunia ini takan pernah ada cinta dr orang yang kau cintai...
Jalanilah terus hidup dengan orang yang menyintaimu walau kemunafikan akan selalau membungkus



" DOA UNTUK RASA "
Ya allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Diatas lembar kertas ini ... kumohon padaMu
Dengan tulus dan sungguh
Bantulah aku....
Ijinkanlah aku
Tuk dapat membunuh segala rasa yang menyangkut atas cinta
Biarkanlah kuhidup tanpa cinta
Akhirilah semua yang terasa dalam rasa ini
Matikanlah semua yang menjelma
Biarkanlah aku sendiri dalam menjalani hidup ini
Ya Allah ya Rabbi.. yang Maha Mendengar dan Maha Memberi
Aku sudah tak bisa mencintai, walau telah kucoba mencintai orang yang mencintaiku.... tapi hati ini tak bisa memberi
Ya Allah... di malam ini ... dalam sadarku ... dalam keheninganku
Ijinkan aku hidup tanpa segala bentuk cinta... karena untuk apa cinta itu hadir dalam diriku bila setiap kumencintai tak pernah tercipta untukku
Ya Allah Ya Rabbi... bintang malam serta langit kelam sebagai saksi atas segala pintaku..
Kabulkanlah Ya Allah ya Tuhanku
Satu pintaku padaMu....
"Berikanlah kebahagian dunia dan akhirat bagi dia yang kucintai... permudahlah urusan-urusannya.. janganlah kau beri kepedihan dalam perjalanan hidupnya ... berikanlah rasa pedih itu hanya untukku ... karena aku yang pantas menerima kepedihan itu... bukan Dia..."
Ya Allah .... aku bersujud padaMu... meminta kepadaMu untuk kebahagiaannya serta segala kepedihan untukku...
Semoga kau mengabulkan sebait do'aku
..... Amien ya rabbalalamin .....

Sebelum terbenam dan terlelap

Kuberi cinta dengan setulus hati dan jiwa
Walaupun kekecewaan selalu menghadang
Tataplah datangnya senja temaram
Dimana dalam sebuah sudut sepi kau tetap merayapi
Kau gantungkan segala cinta dan mimpi
Terhadap dia yang selalu dihati
Mengukir indah aral dan mimpi
Melukai jiwa serta mengores hati
Cinta ini memang tak pernah temiliki
Indah yang ada tak mungkin hadir dalam nyata
Kumenanti dalam setiap sudut sunyi
Meskipun sadar takan mungkin akan kembali
Kisah cinta itu tlah berlalu pergi..... Jauh takan pernah hadir kembali
Rasa cinta adalah rasa cinta
Walau dilema selalu saja merasuk sukma
Sadari akan segala kemampuan diri
Cinta... kau adalah bidadari yang memeluk lalu pergi
Kurindu akan hadirmu wahai cinta sejati
Sehingga selalu terukir kisah bait rindu akan rasa jiwa
Hanya dinding sepi... sudut sunyi serta pena menari
Pengambaran cinta serta kutulusan hati
Cinta.... hadirmu adalah perih serta ilusi

At mess 10 juni 2009

Cintailah cinta

Menarilah wahai sang pena
Gambarkan segala hasrat jiwa
Akan sebuah rasa yang merasa
Akan sebuah cinta yang terukir indah dalam jiwa
Jangan kau memaki atas diri
Karena cinta itu suci dan murni
Walau kadang tak termiliki
Ketulusan hati yang mendasari
Hitam malam pasrah kau jilati
Meskipun maki selalu kau cumbui
Mengertilah akan sebiah getar murni
Sakit perih atas sebuah mimpi
Sadari terus sadari
Tak perlu kau hiraukan esok lusa dan nanti
Karena berjuta perih akan menyelimuti ... hati akan tetap menahan diri
Sendiri dalam menjalani hari
Dalam kesunyiaan malam yang kian bergulir
Cintailah cinta sampai nanti walau tak terengkuh dalam nyata
Tetaplah tegar menatap hari..... cintailah cinta sampai mati

23:15 at my mess -10 juni 2009

Ku Tak perduli

Aku tak pernah peduli berapa rasa sakit yang kuderita
Ku tak pernah peduli berapa pedih yang terbersit
Sungguh aku tak peduli
Kusakiti dan terus kusakiti jiwa ini
Ku tak peduli walau hariku diisi lara
Jemu merasa tapi kutakpeduli....
Selagi jiwaku masih bisa kuat... selagi nafasku masih ada...
Rasa perih itu akan masih tetap terasa
Aku takpeduli walau aku selalu terjerembab... terhujam... Aku tak peduli
Rasa yang kurasa, aral yang menjelma... sungguhku takperduli


At my office... 20:51 (10-06-2009)

Jumat, Juni 12, 2009

At my office (10-06-2009/19:11)

Rindu.. rindu lagi
Getar.. bergetar lagi
Kenapa tak bisa kutepiskan sebuah rasa itu
Berkecamuk batin ... berperang untuk menahan
Sesak rongga dada ... menantang jiwa
Kenaifan diri terus membungkam..
Mengapa hanya dia... mengapa hanya dia...bersemayam dalam ruang hati yang terdalam
Kutertunduk menahan sangaran
Kusadari tak ada arti diri ... tapi kenapa sang hati selalu tak pernah peduli
Sakit kembali mendera otakku
Kucoba untuk membungkam ... beberapa hari ini kenapa aku merasa sesuatu yang engan kurasa
Konyol diri ini sangat konyol.. sungguh konyol
Sampai kapanku terus begini.. hati yang selalu merasa getar semu keindahan cinta yang meregangkan sukma ... sampai kapan???
Sujudku bermandikan nanar.. meminta atas segala yang terindah untukmu....walau berjuta lara kurasa.. tak mengapa
Bersitan sembilu menyayat kalbu ....
Malam semakin beranjak perlahan ... kelam...
Dimeja kerjaku, masih mengukir rasa itu.. perih kujalani, tapi do'a terindah selalu akan tetap hadir untukmu
Rinduku disini adalah rindu yang tak berujung...

Saat letih... saat rindu sedang mengoda

23:18

Buat apa rindu itu ku miliki
Untuk apa getar itu mengema didasar kalbu
Menyentuh jiwa..... meregangkan raga
Kenapa bayangannya begitu tercipta jelas
Jauh tertanam didasar lubuk hati yang terdalam
Apakah cinta itu sebuah kenaifan
Sebuah pengingkaran atas segala rasa yang tercipta
Mengapa........
Nadir ini tak bisa kuhempaskan... kutepiskan ...bersama berlalunya cintamu
Ach... hati mengapa kau masih menginginkan
Rindu yang tercipta .... Asa yang terbungkam
Kemana semua harus kulukiskan
Hanya lembar demi lembar kertas
Hanya pena menari merangkai kata
Hanya sebuah hati yang terhujam
Rindu apakah arti hadirmu sesungguhnya....



Kututup semua pintu hati tuk hati yang baru
Kumatikan segala yang kuingini atas hadirnya
Sebuah rasa cinta yang selalu kudamba
Dulu aku masih mencari... dulu aku masih mengais.... bermimpi tuk menemukan arti rasa... terhadap sebuah hasrat....... cinta
Tapi kita perlahan dan perlahan, terus dan terus kucoba membunuh segalanya
Segala hasrat yang selalu kudamba dalam setiap hembusan nafasku
Hanya dia yang menghuni lenung jiwa ini, hanya dia yang menjadi ritme disetiap jengkal nafasku.... walau hanya sebatas angan
Tak pelak batin merasa, merasa letih menghadang setiap gejolak yang terasa...
Memendam ... selalu memendam... hasrat jiwa
Ketahuilah kau yang terindah dari akhir cintaku... serta akhir hidupku.. walau kau kini telah jauh pergi dari diriku

Senin, Juni 08, 2009

Umpatan sang raga pada sang jiwa

Hujamlah aku selalu dengan segala rasa wahai jiwa
Tidak kah kau sadari klau aku sudah muak akan segala hal yang terasa
Wahai jiwa renta yang menyayat....
Yang mengumandangkan cinta yang kau anggap tulus walau kau tersakiti
Buat apa terus kau sakiti... bila memang rasa itu tak pernah temiliki
Dimana titik ... nadirmu telah runtuh dan kau semakin terhujam dalam lara yang begitu dasyat
Kau anggap penantian itu adalah pengorbanan akan sebuah cinta
Ya... memang cinta memang harus berkorban ... tapi apakah kau tau dia merasa apa yang kau rasa...
Tidak ... itu khan jawabnya... lalu apa yang kau harapkan dari cinta yang kau punya, kau gengam dengan segala aral yang menimpamu... apa... apa.... katakan pada dirimu apa... apa.....
Cintamu adalah penantian yang panjang yang kau pajang dan kau pahat jauh didasar lubuk hatimu.... kau tau dia mememang bukan yang terbaik bagi dirimu.... dan tak kan pernah ada yang terbaik bagimu... kau tau itu... kau mengerti itu...
Mengapa kau selalu sakiti raga ini terus menerus dengan segala rasa yang kau rasa padahal kau sendiri tak mengetahui kemana arah asa itu berjalan... padahal kau tau buat apa kau rasa hal itu bila kau sendiri selalu menghujam... buat siapa kau buktikan... bila Dia yang kau rasa tak pernah merasa.... tak cukupkan seluruh hidupmu terhujam akan cinta.... buai membuai... itulah cintamu......
Cukupkanlah kau rasa... aku sang raga tak kuat menahan segala yang kau rasa...
Kau begitu menyakitkan dan selalu mencampakan aku dalam kehampaan....
Berilah arti tuk menjalani sisa hidup ini... sampai kapan kah kau... akan terus begitu wahai jiwa....
"cintamu suci... cintamu tulus dan dibalik itu cintamu tak termiliki.... karena dia tak pernah ada rasa itu untukmu... yakinlah selalu setiap apa yang ku ucapkan wahai jiwa... takan pernah ada cinta untukmu dari orang yang kau cintai...."
Sadarilah... bunuhlah segala keinginan itu.... mulailah melangkah tanpa ada cinta sedikitpun... dalam dirimu.... mungkin itu akan lebih baik untuk sisa hidup ini....
Sadarilah......

Dilematik rasa diri

Rasa yang jauh didasar hati... engan tuk mengerti
Selalu menghujam diri ... tak ingin merasa tapi tetap terasa
Selalu kupungkiri..... tapi gema selalu memekik
Kubunuh setiap hadir getar yang terasa ... bukan aku tak mau.... bukan aku tak mau...
Apalah guna kurasa hadirnya didalam diriku
Sayatan sembilu semakin menusuk kalbu
Mengeleparkan jiwa menyakiti raga
Diantara damba.... diantara rasa ... Menghujat diri....
.... Perih ....
Dalam begitu dalam.......
Inikah sebentuk cinta yang diagungkan ataukan hanya sebentuk fatamorgana
Diantara pantas dan tidak.....dalam pengapaian hasrat yang mengelora
Cipta rasa yang bergejolak ... terpekik sang raga... terkapar sang jiwa.... lebur hancur sang hati
Khayalan demi khayalan tercipta perlahan....
Hancur terbunuh dalam sehela nafas...
Sesak diri... sesak batin.... Sesak menyeluruh...
Antara mengerti, menyadari serta memungkiri
Tiada ada saat yang pasti ... Untuk melepaskan segala aral yang menimpa diri
Hanya ada menghujam... menyakiti diri sampai tak sadarkan diri

Minggu, Juni 07, 2009

Ku ingin menikmati dan menghujam


Siang kembali beranjak malam....
Langit cerah dengan berjuta bintang hadir...
Sang rembulan menampakan pesonanya...
Kutengadahkan kepalaku ... merasuki apa yang terjadi dalam alam ini
Dingin angin malam disudut sepi dengan ditemani ladang singkong
Kuingin merengkuh sang rembulan tapi aku hanya orang kerdil
Yang diangap tak berarti bagi sang rembulan
Kuingin berbaur dengan bintang agar lebih menyemarakan malam....
Tapi aku tak bercahaya seperti sang bintang
Indah mereka berpadu .. menambah keindahan kelam yang berbalut
Kunikmati dengan nanar hati
Dengan memendam sejuta rasa.. yang masih belum bisa kutepiskan
Sungguh kutak kuat menahan aral yang bergejolak memenuhi rongga
Andai aku bisa merengkuh bulan dan menikmati terangnya
Andai aku bisa berbaur dengan bintang... mungkin kesunyiaan ini bisa kulepaskan sejenak
Tapi aku hanya sesosok manusia yang hanya bisa melihat, mendamba dan berkhayal
Nyata itu tak ada ... indah... bagiku
Malam mulai beranjak pelan... kukhan coba menikmati segala yang terasa
Walau perih mengulung jiwa dan raga aku khan terdiam sendiri menikmati setiap gejolak yang terlahir...
Bulan kau begitu indah... ijinkan aku memelukmu dalam damai
Bintang kau begitu mempesona ijinkan aku merasa khan nikmat bersamamu
Akupun terhujam ... diantara pohon-pohon yang sedang tumbuh
Diareal pematang hijau.... tapi kurasa perih yang sangat melanda...
Ach.... aku sang pemimpi.. aku sang ilusi aku .... tak berarti...
Kuraih dan kucium tanah basah... ku ucapkan ... kapan aku akan kembali padamu... agar aku tak merasa segala perih ini terus dan terus....
Hembusan angin semakin keras menerpa...
Aku ingin menghujamkan diri dalam lara sesakit sakitnya..... sampai aku tak kuasa menahannya...
Malam ini ditengah sang rembulan yang indah, dibawah hamparan sang bintang diareal hijau tumbuhan singkong membentang....

Teman saat lembur


"AJARI AKU RAHASIAMU by TANGGA"

Telah kutempuh segala cara
Tuk sembuhkan rasa kecewa
Ku belajar tuk berhenti mencintaimu
Dan membunuh rasa ini

Ajariku cara melupakanku
Agar kutetap kuat tanpa perlukanmu
Agar terbiasa kudapat jalani hidup tanpa cintamu
Ajari aku rahasiamu

Dulu kukira katamu sungguh
Kan kita plihara rasa cinta hingga akhir masa
Belajar tuk menjaga dan saling percaya
Namun kini tak berarti

Ajariku cara melupakanku
Agar kutetap kuat tanpa pelukanmu
Agar terbiasa kudapat jalani hidup tanpa cintamu
Ajari aku rahasiamu

Sejauh langkah larikan dari kerinduan
Tak kutemukan cara tuk lupakanmu
Aku hanya inginkan rahasiamu yang bisa
Sembuhkanku dari luka lama yang
Menjerat menyayat hati

Ajariku cara melupakanku
Agar kutetap kuat tanpa perlukanmu
Agar terbiasa kudapat jalani hidup tanpa cintamu
Ajari aku rahasiamu

Ajariku cara melupakanku
Agar kutetap kuat tanpa perlukanmu
Agar terbiasa kudapat jalani hidup tanpa cintamu
Ajari aku rahasiamu

Mungkin harus kubunuh semua rasa ini

Kunikmati sisa kehidupanku...
Disini kuberada... di areal kehidupan yang sedang kupelajari
Hujaman diri .... semakin mengulung kembali
Letih raga yang tercipta berbalut batin yang bergumul merasa
Rasa kecewa akan diri dalam ketidak berdayaan
Semakin hari semakin jelas...
Atau hanya sebuah kesimpulan kekeliruan semata...
Aku kembali bungkam...
Tak ada goyah dalam diri lagi...
Aku muak dengan segala rasa ini...
Sendiri... ya kehidupanku memang sendiri
Itu yang semakin ada dalam benakku
Tak perlu cinta... tak perlu rasa tak perlu....
Tak perlu ada yang kupertahankan lagi dalam kehidupan...
Aku akan mencoba sendiri dalam kehidupan ini...
Kuingin membunuh semua rasa yang ada tanpa sisa
Bunuh.... bunuh segala yang ada... sehingga tak ada rasa perih itu lagi
Muak............ sungguh muak aku akan diri sendiri

Meregang sebelum berebah 06/06


"Perkataan Untuk Hati"

Kala surya terbenam jadilah kelam
Siang berganti dengan malam
itulah kehidupan.....
Berganti, berputar.... saling melengkapi
Terciptalah irama keindahan dalam kehidupan
Sedangkan apa yang terjadi dalam kehidupanku
Hanya sebuah pengorbanan sedang keinginan dan damba....hanya ada dalam benak belaka... hanya tercipta dalam khayalan semata...
Perih pedih adalah nyata
Mungkin itu sudah jalan dari kehidupanku
Kini perlahan kusadari harus kubunuh semua khayalan indah itu, biarkanlah menjadi mimpi semu belaka.. terpendam dalam jiwa, merasa hanya sebuah rasa, terbungkam... memunafikan diri...
Jalani hidup dalam lara.... Ihklaskan



"Just for D34TH LOVE"

Jangan pernah ada harapan itu lagi
Bunuhlah segala mimpi itu
Biarkanlah lara selal menyertai jiwa dan langkah
Karena sejauh kau melangkah, sejauh kau berjalan, sejauh kau mencari... takan pernah kau temui sebersit rasa yang kau damba....
Tutuplah semua yang bergejolak dan menyayat
Kuyakin kau bisa
Karena kebahagiaan memang takan pernah tercipta untukmu...
Bunuhlah gejolak jiwa
Matikanlah....
Karena kau tak digariskan mendapatkan nya dalam nyata
Terimalah kenyataan ... malau terasa perih
Cobalah tuk selalu menikmati setiap jengkal laramu.... Sendiri



"Before midnight"

Malam semakin larut
Sepi semakin merasuk
Suara binatang malam semakin jelas mengema
Disini kuberada... mencoba menghalau apa yang terasa
Satu bayang tercipta... Kucoba menghalau dan menepiskannya....
Agh.....
Hitam malam pekat kelam
Biarlah tubuh ini melambung terbang
Mengitari dunia khayal yang tak pernah nyata
Menengelamkan diri... membunuh batin dengan rasa yang tak pernah henti
Mengoyak jiwa .... meregangkan raga
Sunyi terhenyak dalam sudut ruang hampa kehidupan
Sendiri.... tak ada damba yang menghangatkan jiwa hampa...
Semua itu telah berlalu....
.... PERGI ....!!!! ....

Yang kuingin

Kutarik hela nafas panjang... kurasakan menyeluruh ..
Sudah begitu jauh perjalanan kutempuh
Kumenjalani terus menjalani
Mengabaikan hasrat jiwa
Sendiri kuberanjak ... melangkah menelusuri hari
Mimpi datang dan pergi, harap timbul tenggelam, terhempas, terhenyak, terkubur...
Masa ... hanya membenamkan diri darai segala yang menimpa
Kuabaikan keinginan batin... kuhujamkan diri bila getar itu kembali hadir
Arti hidup makna hidup... kujalani dengan menghuja, mengindahkan segala rasa yang mengema
Terhujam... Terkapar...kelam semakin kelam... dan tenggelam
Sekian lama udara dunia ini terhirup...masih terasa ada keinginan tentang harap mimpi itu
Dimana sebuah kais kehidupan.. damba.. Tapi apakah aku pantas !!!
Damai jiwa ketenangan hati ... saling mengasihi ...mengerti serta mengayomi
Kuterdiam menelaah diri ... dan kuselami....


...... Hela nafas menekan, fikiranpun berputar, hati bergemuruh, jiwa bergejolak... terus... terus...kucoba menyatukan, mencari kesimpulan atas segala yang terasa... serta teralami ... terus dan terus.........

Tabir hitam malam semakin kelam... suara jangkrik berpadu dengan cacing tanah..
Kuingin merengkuh semua damba itu... jauh dari lubuk hati yang terdalam... tapi aku merasa tak pernah pantas...
Sudahlah harus kutepiskan semua...Takan mungkin ada hal itu untukku...
Jalani terus menjalani .... hidup jauh dari mimpi.. serta buaian indah damba
Harap itu harus mati... berhenti...
Biarlah rasa ini penuh dengan perih... bila itu memang takdir diri

Tuk Para mahluk Manisku

Kumencari kehidupan untuk mereka
Mahluk manis pemacu keinginan untuk terus melangkah
Tanpa ada letih yang kuhiraukan
Kumengais kehidupan untuk mereka
Dimana jiwa raga kupacu tuk terus... dan terus bekerja tanpa letih
Ku tau mereka masih belum cukup mengerti dengan segala perjalan akan kehidupan ini
Ku sanggat merindu akan segala tingkah laku mahluk manis itu
Tapi ku terus menekan... menekan segala gejolak yang melanda
Kuharap suatu saat nan mereka akan mengerti atas segala situasi yang terjadi saat ini
Bukan aku tak sayang bukan aku tak memiliki rasa rindu... tapi disinipun demi kalian semua
Kita sama-sama berkorban .. atas jiwa ini
Tapi kehidupan harus terus berpacu
Kehidupan semakin terus berubah dan aku harus terus mencoba memacu sebisaku
Walau aku tak tahu bagaiman hasilnya.. kuharap kalian selalu memberi kekuatan kepadaku
Maafkan aku belum dapat menjumpai kalian mahluk manisku
Tapi ketahuilah kulakukan semua ini demi kalian..... dan kehidupan kalian
Masih begitu panjang perjalanan yang akan kalian tempuh
Ku korbankan kehidupanku tuk berada bersama kalian....karena kais kehidupan ini kutemukan disini
Bersabarlah wahai mahluk manisku.... Do'akan aku selalu
Bila kalian tak terima ... kuterima dengan ikhlas bila kalian membenciku
Aku akan selalu berjuang dan terus berjuan untuk kalian
walau perih kurasa dalam menjalani hari.....

(Fadhil, Adha, Salsabilla)

Sabtu, Juni 06, 2009

Goresan 06-06

"WHY"
Kelemahan jiwaku adalah merasa
Kenapa rasa itu masih mengema
Apa dasar hasrat itu... tercipta !!!
Bila hanya sebuah buaian jiwa
Dimanakan harus kulantukan melodi jiwa, jika rasa hanya sebuah semu.....
Hari beranjak... berlalu mengilas
Berjuta kesibukan mengulungku
Tapi rasa itu tetap mengema, mengelitik hati, melayangkan jiwa.... aral..ll...
Tak kutepis... tak kupungkiri
Rasa atas diri ... terciptalah nadir rindu
Kubiarkan mengoda , menghujam... menyayat
Kenapa.... kenapa... masaih ada rasa itu ... padahal aku engan.....


" BILA "
Bila cinta itu adalah kemurnian mengapa harus ada kemunafikan
Bila cinta itu adalah ketulusan mengapa ada makian
Bila cinta itu adalah kejujuran mengapa selalu ada kebohongan
Bila cinta itu adalah anugrah mengapa begitu lara
Bila cinta itu adalah makna apa sebenarnya yang terdapat dalam rasa itu


"Don'T"
Jangan pernah kau berharap akan cinta itu lagi....
Sudah kau paham bahwa tak akan pernah ada cinta tercipta untuk dirimu
Jangan pernah kau berkhayal tentang keindahan itu lagi
Karena hidupmu adalah kelam serta hitam
Jangan kau kais mimpi itu.... karena mimpi itu terlalu mahal untukmu
Pergilah berlalu bersama jiwa melayang.... terkapar diatas krikil-krikil tajam



"Pandangi dan Nikmatilah"
Pandangi dan nikmati.... hitam malam beserta rintik hujan
Pandangi dan nikmati.... Lembut angin menyentuh... serta aroma tanah basah...
...Rasakan...
...Satukan...
...Berbaurlah...
Pandangi dan nikmatilah... rintik yang menghujam serta irama daun....
...Pahamilah...
Tengelamlah bersama riuh yang tercipta..

Goresan ... dibawah rintik hujan

21.45 (di mess diatas sebuah kasur,parung)

Hujan mulai turun membasahi bumi
Dingin semakin menusuk
Kumerebahkan diri
Mencoba menarikan pena
Mengambarkan rasa .... gejolak jiwa yang terbersit dalam lenung hati
Rintik hujan jatuh ke bumi... Irama indah tercipta
Merdu... seiring sayatan sembilu jiwa yang pilu
Rindu... rindu... irama memekikan kalbu...
Hitam kugoreskan pena diatas kertas yang kumuh
Deras semakin deras ... hujan turun menghujam bumi
Keras dan semakin keras dentuman irama jiwa ini
Peluh letih sang raga....bercampur peluh letih jiwa



22.07

Kututup hari ini dengan lafaz do'a
Untuk jiwa serta segala yang terasa
Buat segala makna yang terukir
Di hari ini... dimana sebuah takdir yang telah aku lewati
Kumerebahkan diri, melepas letih.. bersama rintik hujan yang kian lirih
Kupejamkan mata......
Kulantunkan do'a.....
Agar esok lebih bermakna...
Agar esok kutemukan jawab atas segala yang kucari
Semoga....semoga .... dan semoga aku masih diberi waktu untuk tetap menghirup udara esok hari
Mataku terpejam..tubuhku terdiam... hatiku tetap melayang... dan.....hilang



22.33

Kumencari cara untuk menghalau semua rasa ini
Karena aku sangat sayang padanya
Aku mencari jalan untuk pergi .... karena aku sangat mencintainya
Kini kurindu ..... sungguh kurindu ... dan kutenggelam dalam hujaman rasa
Kutanyakan pada diri..
Kutanyakan pada hati ... apa itu berarti .... untuknya??
Getar aroma rasa... bersama bayangan indah membunuh kalbu..
Kuterkapar tak bisa memejamkan mata
Melayang sudah jiwa... terkapar sang raga
Hanya hati melantunkan tembang galau....

"Wahai kau yang kusayang"
Kau bidadari dalam angan
kau bidadari dalam jiwa
Kau tercipta dengan berjuta angan
Kau yang telah mengukir rasa
Kau yang membangkitkan asa yang telah lama mati
Dan kini kau telah membunuh kembali
Hati telah terpahat
Jiwa telah terpaut
Hasrat telah tercipta
Angan telah mengema.... MATI..
Kau beri.... kau pergi ... aku sendiri menghujam diri
Kini hidupku penuh dengan maki
Kini hidupku penuh dengan bungkam
Memunafikan diri.... atas segala rasa yang terjadi
Walau kini kau telah pergi berlalu....tak peduli
Aku tetap terjerembab dengan segala rasa ini
Wahai sayangku.... ajari aku bagaiman cara melupakanmu...
Karena rasa asa ini selalu mengambarkan kepiluan...
Ajarilah aku cara membunuh rasa ini...

After work

Parung, 04 juni 2009
Usai kerja 20.21 wib

Perlahan kucoba mengindahkan hasrat jiwa
walau terasa dalam lenung
Berjuta rasa mengema........
Kuindahkan terus kuindahkan....
Kucoba melangkah tuk mencoba memperbaiki diri dari kehidupan yang berbeda dari sebelumnya

Yang kuinginkan dan selalu kuinginkan dia selalu bahagia dalam menjalani kehidupannya
.....Dan.....
Kuabaikan semua hasrat jiwa yang bergejolak
Menekan segala yang terasa... memendam dalam getaran jiwa
Sore ini kucoba mengores apa yang kurasa..

"Ku lantunkan Do'a"
Malam bergulirlah dengan pekat mu
Selimuti diri bersama kelammu
Bulan janganlah kau perlihatkan dirimu
Bintang jangalah kau keluar dari peraduanmu
Kuingin menikmati kelam
Kuingin menikmati dingin dan hitam
Bergulir dan terus bergulir..
Bawalah aku tengelam
Disini ....dalam sudut kehidupan yang sedang kujalani..
Bersama bait-bait mimpi ... kucoba kutata serpihan itu kembali
Walau harap itu telah lama mati
Tapi rasa itu tetaplah asa ... tak terhenti...
Kutatap hitam malam...kunikmati dingin kelam..
Kurangkaikan kata... kulantuntankan do'a
Kutitipkan bersama gejolak jiwa serta gemuruh alam yang mengelegar
Hitamku,gelapku,kelamku... dan berjuta aral yang terasa
Kubersihkan diri dengan air sucimu.. sekujur tubuh
Kurentangkan sejadah... kupanjatkan asmamu
Kumohon atas hitam, kelam, atas gejolak rasa yang melonjak
Hari ini lusa dan nanti... agar aku lebih mengerti apa yang harus kulalui, lebih sabar menjalani setiap kendala yang di hadapi
Atas langkah.. atas kehidupan.. yang sedang kutapaki